Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Penjamin Simpanan (LPS) kembali menyelenggarakan program Call for Research (CFR) 2021 dengan tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Nasional di Era New Normal”.
LPS mendorong insan akademis untuk ikut berpartisipasi lewat karya tulis mereka dalam program ini. CFR adalah bagian dari komitmen LPS dalam mengedepankan kolaborasi dan sinergi antara regulator dan masyarakat, khususnya kalangan akademisi. Alasan lain adalah untuk memperkuat fungsi riset LPS sebagai dasar dalam mengembangkan kebijakan terkait program penjaminan dan resolusi bank.
“Kami berharap hasil riset pada kegiatan ini dapat memberikan kontribusi besar pada literatur perbankan dan keuangan di Indonesia, serta dapat digunakan sebagai referensi bagi LPS baik dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan publik” ujar Muhamad Yusron, Sekretaris Lembaga dalam keterangan pers, Sabtu (27/2) .
Muhamad Yusron juga meyakini berkaca dari kesuksesan pelaksanaan Call for Research tahun lalu, “Semoga penyelenggaraan tahun 2021 ini semakin berkualitas dan semakin bertambah lagi jumlah partisipasinya”.
Program LPS CFR 2021 dibuka untuk dua kategori yaitu kategori topik spesifik dan topik umum. Karya tulis selambat-lambatnya diserahkan tanggal 5 Agustus 2021. Pemenang akan diumumkan pada 9 September 2021 dan akan diundang untuk melakukan diseminasi research paper pada bulan September 2021 pada kegiatan LPS Research Fair.
Penyelenggaraan LPS CFR tahun lalu sukses diikuti oleh lebih dari 80 peserta dari kalangan akademisi dari seluruh Indonesia. Walaupun proses dilakukan secara virtual, namun tidak menjadi kendala berarti hingga pelaksanaanya berjalan sangat baik.
Terpilih sebagai pemenang CFR tahun lalu yakni Nugroho Saputro dan Yoshia Christian Mahulete dari Universitas Sebelas Maret Solo, dengan tema riset “Google Trends dan Perilaku Deposan”.
Diikuti pemenang lainnya, Muhammad Fawdy Renardi Wahyu, Arif Anindita, dan Rahmanda Muhammad Thaariq dari Universitas Gadjah Mada dengan tema “Memprediksi Preferensi Risiko Masyarakat Indonesia: Temuan dari Data Longitudinal”. (RO/OL-09)
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama CIMB Niaga Finance mempertegas komitmennya dalam memperluas literasi keuangan
Festival ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
HMJ Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar gelar seminar internasional bertema sinergi pemangku kepentingan untuk memperkuat ekonomi syariah yang tangguh dan berkelanjutan.
Di balik peran pentingnya sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution menyimpan sisi personal yang menarik.
Presiden Prabowo resmi melantik 25 pejabat tinggi dan 10 duta besar baru dalam rangka memperkuat struktur birokrasi dan diplomasi Indonesia.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025- 2030.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Upaya peningkatan kualitas nutrisi masyarakat Indonesia terus diperkuat melalui riset dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved