Jumat 19 Februari 2021, 22:33 WIB

Menaker Minta Masyarakat Hindari Jasa Calo Pekerja Migran

Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Menaker Minta Masyarakat Hindari Jasa Calo Pekerja Migran

Antara
Ilustrasi pekerja migran

 

MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengingatkan masyarakat untuk mengikuti prosedur yang berlaku bila ingin bekerja ke luar negeri. Dia juga meminta agar masyarakat tidak sekali pun menggunakan jasa calo pekerja migran.

 

"Kita harus berjuang keras melawan calo-calo yang mengajak masyarakat bekerja ke luar negeri tanpa prosedur," kata Ida dikutip dari siaran pers, Jumat (19/2).

 

Ida mengimbau pemerintah daerah, khususnya yang masyarakatnya banyak bekerja ke luar negeri (kantong PMI), untuk lebih waspada dengan isu tersebut.

 

"Kewajiban kita mengedukasi masyarakat untuk bekerja ke luar negeri dalam kondisi yang siap, dengan kompetensi yang tersertifikasi, mengikuti prosedur yang benar, tidak terpikat dengan calo-calo," ujarnya.

 

Untuk meminimalisasi masyarakat terbujuk rayu calo, kata Menaker Ida, Kementerian Ketenagakerjaan telah menghadirkan program Desmigratif di daerah kantong PMI. Salah satu pilar utama Desmigratif ialah layanan informasi.

 

"Desmigratif ini adalah salah satu cara kita memberikan layanan bagi Calon PMI dan keluarga PMI agar mereka bekerja dengan kesadaran yang penuh, kesiapan yang penuh, sehingga tidak ada persoalan ketika mereka ditempatkan di luar negeri," terang Ida.

 

Dia menambahkan, Desmigratif juga memiliki pilar koperasi desa dan pengembangan ekonomi desa. Melalui pilar ini, diharapkan para PMI purna memiliki simpanan modal dan kegiatan usaha di desanya sepulangnya bekerja dari luar negeri.

 

Desmigratif juga memiliki pilar community parenting, yaitu pengasuhan anak PMI yang ditinggal bekerja di luar negeri oleh masyarakat desa setempat.

 

"Sehingga menjadi tanggungjawab bersama agar pendidikan anak mereka tidak terbengkalai ketika orang tuanya harus bekerja ke luar negeri," jelasnya.

 

Kemnaker, kata Ida, telah membangun 402 Desmigratif di seluruh Indonesia. Provinsi NTB sebagai salah satu daerah kantong PMI telah dibangun 24 Desmigratif. "Kita harapkan setelah desmigratif ini dibangun oleh kami berikutnya ini menjadi tanggung jawab pemerintah desa untuk mengelolanya," pungkas Ida. (OL-8)

 

Baca Juga

Antara

Mafia Tanah Manfaatkan Celah Ketidakakuratan Data Pertanahan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 09 Maret 2021, 00:23 WIB
Dengan pendataan tanah yang akurat, dia mengatakan, hal tersebut bisa mencegah klaim tumpang tindih tanah oleh...
AFP/FRANCISCO RAMOS MEJIA

Imbas Pandemi, 1 dari 3 Tujuan Global Ditutup untuk Wisatawan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 09 Maret 2021, 00:00 WIB
Pada awal Februari 2021, 69 dari 217 tujuan wisata di seluruh dunia atau 32% tertutup untuk pariwisata internasional, termasuk 30 di Asia...
ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS

Gapki Sambut Baik RI Tetap Bisa Ekspor Minyak Sawit ke Swiss

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 08 Maret 2021, 23:30 WIB
"Kami menyambut baik sikap masyarakat Swiss yang memahami isu-isu keberlanjutan sawit dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya