Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH mempertimbangkan untuk memprioritaskan program vaksinasi di daerah padat penduduk yang memiliki mobilitas dan interaksi tinggi. Pertimbangan tersebut dimunculkan setelah melihat hasil evaluasi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali.
Dalam dua pekan penerapan, PPKM dianggap tidak efektif. Mobilitas masyarakat di sentra-sentra perekonomian masih tinggi. Begitu pula halnya di area permukiman padat penduduk.
"Zona padat penduduk, wilayah dengan mobilitas tinggi, itu menjadi pertimbangan. Jadi program vaksinasi akan didorong terus baik dari segi volume maupun waktu," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas, Rabu (3/2).
Baca juga: Presiden Minta PPKM Diperketat Hingga ke Skala Mikro
Adapun, perencanaan dan sistem pelaksanaannya akan disiapkan Kementerian Kesehatan.
Pemerintah berharap, dengan dilaksanakannya vaksinasi di sentra-sentra perekonomian, kegiatan perkantoran dan industri bisa tetap berjalan dengan baik di tengah pandemi. Tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.(OL-5)
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved