Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH mempertimbangkan untuk memprioritaskan program vaksinasi di daerah padat penduduk yang memiliki mobilitas dan interaksi tinggi. Pertimbangan tersebut dimunculkan setelah melihat hasil evaluasi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali.
Dalam dua pekan penerapan, PPKM dianggap tidak efektif. Mobilitas masyarakat di sentra-sentra perekonomian masih tinggi. Begitu pula halnya di area permukiman padat penduduk.
"Zona padat penduduk, wilayah dengan mobilitas tinggi, itu menjadi pertimbangan. Jadi program vaksinasi akan didorong terus baik dari segi volume maupun waktu," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas, Rabu (3/2).
Baca juga: Presiden Minta PPKM Diperketat Hingga ke Skala Mikro
Adapun, perencanaan dan sistem pelaksanaannya akan disiapkan Kementerian Kesehatan.
Pemerintah berharap, dengan dilaksanakannya vaksinasi di sentra-sentra perekonomian, kegiatan perkantoran dan industri bisa tetap berjalan dengan baik di tengah pandemi. Tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.(OL-5)
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mendesak penambahan anggaran imunisasi menyusul meningkatnya KLB Campak pada awal 2026
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved