Rabu 03 Februari 2021, 06:20 WIB

Investor Ritel Mundur Dari Perak, Harga Emas Anjlok

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Investor Ritel Mundur Dari Perak, Harga Emas Anjlok

AFP/MARTIN ABUGGAO
Harga emas anjlok 30,5 dolar AS atau 1,64 persen

 

HARGA emas turun tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), terseret kemerosotan perak lebih dari delapan persen saat investor kecil mundur setelah reli mendekati tertinggi delapan tahun di sesi sebelumnya. Hl itu dipicu oleh hiruk-pikuk perdagangan yang didorong oleh media sosial.
  
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, anjlok 30,5 dolar AS atau 1,64 persen ditutup pada 1.833,4 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (1/2), emas berjangka melonjak 13,6 dolar AS atau 0,74 persen menjadi ditutup 1.863,90 dolar AS.
  
Emas berjangka juga terangkat 9,10 dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.850,30 dolar AS pada Jumat (29/1), setelah jatuh 7,7 dolar AS atau 0,42 persen menjadi 1.841,20 dolar AS pada Kamis (28/1), dan merosot 6,0 dolar AS atau 0,32 persen menjadi 1.844,90 dolar AS pada Rabu (27/1). 
  
"Tampaknya upaya short squeeze oleh para pedagang ritel kecil setidaknya untuk sementara gagal," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Ia menambahkan investor ritel sedang mencari pasar lain untuk terkena dampak. Berkontribusi pada kemunduran, Chicago Mercantile Exchange (CME) Group menaikkan margin pemeliharaan pada perak berjangka sebesar 17,9 persen pada Senin (1/2/2021) dari 14.000 dolar AS menjadi 16.500 dolar AS per kontrak mulai 2 Februari untuk mengatasi volatilitas pasar yang tidak biasa.
  
Berarti pedagang berjangka perak perlu memberikan lebih banyak jaminan untuk membuka posisi perdagangan, menyeret perak berjangka turun tajam. Selain itu, postingan di forum WallStreetBets Reddit di tengah aksi minggu lalu mendorong pedagang untuk menjauhi perak.
  
"Jika para investor Reddit ini akan mencoba menekan pasar perak, mereka harus melakukannya minggu ini, jika tidak maka akan terjadi sekejap," kata Wyckoff dari Kitco.
  
Perputaran pasar mengundang pengawasan dari regulator komoditas AS.
  
"Lonjakan terkoordinasi dalam investasi oleh pedagang ritel ke pasar perak hanya akan meningkatkan volatilitas dan menghasilkan dislokasi regional kecil dalam dinamika permintaan-penawaran," kata Goldman Sachs dalam sebuah catatan.
  
Perak mungkin melemah lebih lanjut jika emas tidak bergerak lebih tinggi, analis HSBC James Steel mengatakan dalam sebuah catatan. Rasio emas/perak saat ini adalah "jauh di bawah rata-rata historis, dan investor mungkin mengenali level ini karena menyimpang terlalu jauh dari norma historis.

baca juga: Sektor Energi Dukung Penguatan Saham Amerika Serikat
  
Emas juga berada di bawah tekanan tambahan ketika indeks-indeks utama saham di Amerika Serikat dan hampir semua indeks pasar saham di seluruh dunia naik pada Selasa (2/2), dan indeks dolar AS juga menguat. Perak untuk pengiriman Maret jatuh 3,016 dolar AS atau 10,25 persen menjadi ditutup pada 26,402 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April anjlok 42,8 dolar AS atau 3,76 persen menjadi menetap di 1.096 dolar AS per ounce. (Ant/OL-3)

Baca Juga

Antara/Galih Pradipta

Cegah Klaster Perkantoran, Kebijakan WFH Perlu Diperluas

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 16 Mei 2021, 22:30 WIB
"Kebijakan itu merupakan antisipasi klaster perkantoran akibat dari libur lebaran dan tidak ditutupnya tempat...
Antara

KLHK Pilih 21 Nominator Penerima Penghargaan Kalpataru 2021

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 16 Mei 2021, 16:23 WIB
Penghargaan kalpataru memiliki 4 kategori, yaitu Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingungan dan Pembina...
Antara

H+1 Lebaran, 95.477 Kendaraan Masuk ke Jakarta

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 16 Mei 2021, 14:02 WIB
Jumlah itu mengalami penurunan hingga 25,5% dari lalu lintas normal yang mencapai 128.126...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya