Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus berlanjut memberikan bantuan terhadap para korban bencana alam yang terjadi diawal tahun 2021. Dalam waktu yang hampir berdekatan negeri ini harus dihadapkan dengan terjadinya bencana alam di beberapa wilayah. Mulai dari bencana gempa bumi di Sulawesi Barat (Mamuju dan Majene), musibah banjir di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Utara (Manado dan sekitarnya), hingga bencana tanah longsor di Sumedang, Jawa Barat.
BRI Group (BRI Agro, BRI Syariah, BRI Life, BRI Finance, BRI Insurance, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Ventures, BRI Remmitance, YBM BRI, PKSS, dsb.) turut berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana. Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dan ketulusan perseroan kepada masyarakat dan negeri untuk dapat segera pulih serta bangkit dari masa-masa sulit.
Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan keperihatinannya atas bencana banjir yang terjadi dan BRI Group akan terus berperan aktif membantu korban bencana seperti ini. “BRI terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan kepada korban bencana gempa di Majene dan Mamuju (Sulbar), banjir di beberapa wilayah Kalsel, banjir di Kota Manado dan sekitarnya (Sulut), hingga bencana tanah longsor di Sumedang (Jabar). Ini merupakan upaya perseroan dalam meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan pasca bencana,” tutur Aestika.
Terbatasnya akses transportasi dan banyaknya orang yang mengungsi membuat insan/karyawan BRI Group di wilayah (Sulbar, Kalsel, Sulut) turun langsung ke lapangan dan membagikan ribuan makanan siap saji (nasi kotak/bungkus) kepada para korban. Ribuan paket makanan siap saji yang dibagikan merupakan bantuan tahap awal, khususnya pada beberapa hari pertama bencana, dimana kebutuhan makanan siap saji sangat dibutuhkan warga pada masa-masa ini.
“Makanan siap saji sangat dibutuhkan karena masih belum banyak dapur umum, fasilitas darurat belum banyak tersedia, dan banyak aliran listrik yang masih padam. Dalam penyalurannya, kami melibatkan insan BRI Group untuk terjun langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan para korban,” ungkap Aestika.
Setelah membagikan ribuan makanan siap saji kepada korban bencana di beberapa hari awal setelah terjadinya gempa (Sulbar) dan banjir (Kalsel dan Sulut), BRI Group juga menyalurkan bantuan tanggap darurat bencana alam. Yaitu berupa sembako, selimut, tenda, obat-obatan dan kebutuhan pengungsian lainnya untuk para korban. Khusus korban bencana tanah longsor di Cimanggung, Sumedang (Jawa Barat), juga disalurkan bantuan berupa sembako dan obat-obatan.
Untuk mempercepat penyaluran bantuan dari BRI Group, serta untuk meningkatkan pelayanan korban maupun pengungsi yang terdampak bencana, BRI Group membangun Posko BRI Peduli di wilayah Sulawesi Barat (Mamuju dan Majene). Sedangkan di wilayah Kalimantan Selatan dan Sulawesi Utara, BRI Group bersinergi dengan BUMN lain dan pihak terkait melalui pembentukan Tim Satgas Bencana BUMN di setiap wilayah.
Aestika juga menambahkan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah daerah setempat maupun Badan usaha Milik Negara (BUMN) lainnya untuk bahu membahu membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa tersebut.
Meskipun gempa menyebabkan terputusnya akses transportasi dan kerusakan sarana/prasarana di beberapa wilayah, layanan perbankan BRI di tetap beroperasi melayani masyarakat secara normal. BRI juga mengoperasikan layanan perbankan keliling (seperti E-Buzz dan mobil Teras BRI Keliling) di wilayah-wilayah tertentu yang membutuhkan layanan perbankan.
Selain itu, masyarakat juga tetap dapat bertransaksi secara normal melalui layanan e-channel BRI seperti ATM dan CRM, hingga Agen BRILink. Bahkan di sejumlah wilayah terdampak, layanan perbankan BRI menjadi satu-satunya alternatif yang masih beroperasi dan melayani masyarakat. (RO/OL-10)
Dua aset itu diserahkan dengan status hibah barang milik negara. Penyerahan kapal laut ini juga dibantu oleh Kejaksaan Negeri Bitung.
BMKG mengimbau warga di sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Utara mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi hingga 12 Agustus 2025.
Penghargaan diterima langsung Wakil Wali Kota Manado, Ricard Sualang, dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional yang diperingati pada 29 Juni 2029 mendatang.
Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara yang diusung PDIP, Steven O. E. Kandouw dan Alfred Denny Tuejeh, menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) merupakan program bersama bangsa yang diinisiasi Badan Intelijen Negara (BIN) dengan melibatkan Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Provinsi.
GUBERNUR Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengungkapkan, pihaknya akan merelokasi dua desa di kaki Gunung Ruang, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved