Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAI korona rupanya tak terlalu berpengaruh pada penjualan unit rumah di The Sanctuary Collection, tepatnya di klaster premium Tanglin Parc. Klaster yang baru diluncurkan pada Juli 2020 itu kini sudah terjual habis alias sold out sebanyak 160 unit.
Menurut Chief Operating Officer (COO) The Sanctuary Collection, Andreas Audyanto, hasil itu cukup di luar dugaan karena pihak pengembang sebetulnya menargetkan unit di klaster perdana itu akan terjual seluruhnya pada Februari 2021 mendatang.
"Tapi sekarang menjelang pertengahan Januari ternyata sudah sold out. Penjualan tahap pertama ini berhasil membukukan pendapatan (revenue) sebesar kurang lebih Rp520 miliar." kata pria yang akrab dipanggil Audy itu di Sentul, Bogor, Kamis (14/1).
Pembangunan unitnya pun dari jadwal semula dimulai April 2021, dipercepat menjadi Januari. Artinya, proyek hunian tahap pertama itu saat ini sudah dimulai. Dengan demikian, Audy memastikan, serah terima unit juga akan lebih cepat.
Tidak hanya itu, keberhasilan penjualan kluster Tanglin Parc juga membuat manajemen The Sanctuary kian percaya diri untuk menggarap proyek selanjutnya. Audy mengatakan pada Februari nanti, pihaknya akan membuka klaster terbarunya, yakni Newton Spring.
Konsep unit yang ditawarkan di Newton Spring sama dengan Tanglin Parc, tapi jumlah unitnya lebih sedikit, hanya 120 unit. Lahan yang sudah disiapkan untuk klaster kedua itu seluas 3,2 hektare di sisi selatan proek sebelumnya.
"Kelebihan dari proyek Newton Spring ini salah satunya pada lanskapnya dengan adanya sungai dangkal selebar 18 meter di dalam area kluster. Privasi juga akan lebih diutamakan," bebernya.
Diperkirakan Newton Spring akan mulai dibangun pada Agustus 2021 dan selesai dalam 15-18 bulan. "Rencana kami Agustus sudah bisa bangun dan kami harapkan klaster ini kembali mendapat sambutan positif dari masyarakat,” kata Audi.
Ia menambahkan, target revenue dari klaster Newton Spring sekitar Rp400-an miliar. Ia optimistis target itu dapat dicapai lantaran antusiasme masyarakat untuk membeli rumah di Sanctuary, dan di kawasan Sentul Selatan pada umumnya, masih tinggi.
Dari pengelaman di klaster sebelumnya, Audy menyebut, pasar yang mengincar proyek di Sanctuary berusia 35-60 tahun. "Pembeli mayoritas berasal dari Jakarta Selatan, dan beberapa kota lainnya termasuk kawasan Sentul dan Bogor," ucapnya.
The Sanctuary Collection dikembangkan oleh joint venture tiga perusahaan terkemuka, di atas lahan seluas 25 hektare. Tiga perusahaan itu ialah Perennial Real Estate Holdings Limited dan Qingjian Realty (South Pacific) Group Pte Ltd dari Singapura, dan Harita Group.
Dalam pembangunannya, The Sanctuary juga berkolaborasi dengan pihak-pihak ketiga, seperti konsultan desain dan arsitektur serta kontraktor yang dikenal punya ekspertis dalam pembangunan gedung maupun kawasan yang ikonik.
"Kolaborasi menjadi kunci sukses kami di proyek kluster tahap pertama, dan itu akan kami lanjutkan di proyek-proyek selanjutnya," kata Audy. (X-12)
Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menyebutkan akses terhadap infrastruktur transportasi massal menjadi pendorong kenaikan harga dan minat beli properti residensial.
Kemenangan CitraLand City CPI di level Asia Pacific Region menempatkan proyek ini sejajar dengan pengembangan properti kelas dunia dari negara-negara maju.
DAMARA Estate Jimbaran Hijau, pengembangan hunian premium oleh Greenwoods Group bekerja sama dengan Jimbaran Hijau, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Banyan Group.
Pertama kalinya sejak 1978, rumah legendaris keluarga Banks dari serial 'The Fresh Prince of Bel-Air' resmi masuk bursa properti.
Temukan daftar 30 perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan market cap 2026. Panduan lengkap bagi investor saham dan properti.
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) memperluas portofolio bisnisnya ke segmen hunian tapak (landed housing) melalui akuisisi 99,9% saham PKSI senilai 174,8 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved