Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA Wall Street AS membuka perdagangan tahun 2021 dengan aksi jual masif yang menyebabkan ketiga indeks utama melemah. Indeks Dow Jones ditutup 30.223,89 (-1,25%), Nasdaq ditutup 12.698,45 (-1,47%) dan S&P 500 ditutup 3.700,65 (-1,48%). Penurunan disebabkan oleh kasus Covid-19 yang terus meningkat secara global dan adanya aturan lockdown baru yang membuat investor menjadi cemas atas kinerja perusahaan.
Selain itu, investor di AS takut bila Partai Demokrat memenangkan senat, karena ada kemungkinan untuk meningkatkan pajak secara progresif bila Demokrat yang menduduki Senat.
"Bursa saham Asia dibuka melemah, setelah investor mendapat kabar bahwa Inggris kembali melakukan lockdown untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 varian baru hingga bulan Maret 2021," kata Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper, Selasa (5/1).
Dari bursa domestik, setelah mencatat penguatan signifikan yang didukung perbaikan data-data ekonomi, ruang kenaikan IHSG cenderung menjadi lebih terbatas. Penguatan akan didukung oleh January Effect. Namun di sisi lain, pergerakan indeks masih dibayangi oleh kekhawatiran akan semakin tingginya kasus covid-19 di berbagai negara termasuk di Indonesia.
January Effect merupakan fenomena tahunan yang terjadi pada pasar modal, yang mana harga saham-saham membukukan kinerja positif di bulan pertama.
"Untuk hari ini, pergerakan indeks acuan akan cenderung terkonsolidasi pada rentang 6.023-6.143," kata Head of Research NH Korindo Sekuritas Anggaraksa Arismunandar.
Kemudian Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Desember 2020 sebesar 0,45% MoM. Angka ini lebih tinggi daripada inflasi pada bulan November 2020 yang sebesar 0,28% MoM.
baca juga: Menparkeraf dan Menhub Bahas Konektivitas 5 Destinasi Prioritas
Secara tahunan, inflasi Desember tercatat sebesar 1,68% YoY. Inflasi ini juga disokong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,49% MoM dan memberi andil pada inflasi 0,38%. Inflasi Desember 2020 juga didorong oleh inflasi pada kelompok transportasi sebesar 0,46% MoM, dengan andil sebesar 0,06%. (OL-3)
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah menguat meski sempat menyentuh Rp16.955. Simak kaitan IHSG ATH dan isu independensi BI dalam berita ini.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti ketidaksinkronan pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di tengah pelemahan rupiah.
Diskoneksi antara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat hingga akhir Januari 2026.
Bank Mandiri menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 kepada para pemegang saham pada Rabu (14/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved