Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
BANK Dunia menilai kondisi ekonomi Indonesia pascapandemi covid-19 sulit kembali seperti posisi sebelumnya. Sebab, terjadi pergeseran aktivitas ekonomi dari konvensional ke digital.
“Sulit dibayangkan, tapi memang tidak akan mungkin kembali seperti sebelum covid-19. Memang ada tren dari ekonomi Indonesia yang bergantung pada e-commerce,” ujar Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ralph van Doorn dalam konferensi pers, Kamis (17/12)
“Covid-19 ini menyebabkan banyak orang bertransaksi secara daring dan setelah covid-19 ini akan terus terjadi,” imbuhnya.
Baca juga: ADB Ubah Proyeksi Ekonomi RI Jadi Minus 2,2% pada 2020
Di era pascapandemi, lanjut Ralph, beberapa sektor ekonomi akan sulit untuk tumbuh lantaran pergeseran transaksi. Namun pada saat yang sama, sektor seperti kesehatan dan pendidikan memiliki peluang untuk tumbuh lebih tinggi.
Mengingat, beberapa pelayanan di dua sektor tersebut juga berpotensi bergeser ke ranah digital. Pada era pascapandemi, penggunaan teknologi dalam penyediaan layanan berpotensi berpotensi menarik perhatian masyarakat.
Adapun faktor lain yang menyebabkan ekonomi nasional sulit kembali ke posisi semula ialah persoalan anggaran. Menurutnya, paket kebijakan stimulus fiskal yang digulirkan pemerintah secara otomatis menambah beban utang negara.
“Ini berarti perlu mengubah cara mendapatkan dana untuk anggaran. Memang akan ada perubahan pada struktur ekonomi fiskal,” terang Ralph.
Baca juga: Menkeu: Anggaran PEN Sudah Terserap Rp440 Triliun
Bertambahnya utang negara di masa pandemi covid-19 sejalan dengan pelebaran defisit anggaran. Hal itu tecermin dari kebijakan pemerintah yang memperlebar batas defisit anggaran di atas 3% dari PDB hingga 2022 mendatang.
“Indonesia perlu meningkatkan pendapatannya, supaya negara ini dapat kembali ke defisit fiskal di bawah 3%. Pertahankan kemampuan belanja di sektor prioritas,” pungkas Ralph.
Dia berpendapat Indonesia harus memanfaatkan potensi belanja yang berkualitas. Sehingga, melahirkan dampak positif bagi perekonomian. Merujuk laporan Bank Dunia pada Juni 2020, Indonesia memiliki potensi besar dalam hal belanja untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi.(OL-11)
Kemampuan yang dimiliki itu dapat diasah sehingga mampu berpartisipasi dalam upaya peningkatan ekonomi di daerah, bahkan nasional.
Perekonomian NTB menjadi bergairah dengan adanya Fornas kali ini.
SEJUMLAH pasal yang mengatur berbagai aspek terkait tembakau pada PP Nomor 28 Tahun 2024 menuai kritik. Aturan ini dinilai berdampak negatif terhadap industri dan petani dalam negeri,
KOTA Batu tak hanya lekat dengan suguhan pemandangan alam, kabut, dan kesejukan udara, tetapi juga hamparan perbukitan dan perkebunan milik warga hadir memanjakan mata.
PEMERINTAH dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Over Dimension Overloading (ODOL) serta mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan,
EFEKTIVITAS Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai instrumen peningkatan daya beli masyarakat kembali dipertanyakan. Sebab program tersebut tidak memberikan kontribusi signifikan.
Baznas telah menyalurkan bantuan ke Gaza, Palestina mencapai hampir 1.000 ton dengan nilai lebih dari USD 5,7 juta.
KETUA Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menegaskan bahwa Arab Saudi mengultimatum Indonesia untuk segera menentukan wilayah di Arafah untuk haji, jika tidak akan diberikan pada negara lain
Israel memberikan izin khusus kepada Indonesia untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui jalur udara (airdrop) ke Gaza.
Israel disebut tengah berunding dengan lima negara, termasuk Indonesia, untuk menerima warga Gaza
Prabowo menegaskan perlunya pengawasan dan transparansi dalam kekuasaan.
PBSI membidik satu gelar juara pada Kejuaraan Dunia 2025 yang akan berlangsung 25–31 Agustus di Adidas Arena atau Arena Porte de La Chapelle, Paris, Prancis.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved