Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANGAN sektor properti beserta infrastruktur di kawasan koridor timur Jakarta perlu digenjot guna mengawal pemulihan ekonomi Indonesia yang menurun akibat pandemi covid-19.
Pasalnya, kawasan koridor timur Jakarta memiliki perkembangan sangat cepat, akses yang bagus, banyak kawasan industri, serta infrastruktur yang tengah dibangun pemerintah.
“Di Jabodetabek, kawasan timur yang memang berpotensi bangkit setelah pandemi covid-19,” ungkap Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida kepada Media Indonesia, kemarin.
Menurut dia, dengan adanya beberapa pengembang besar di wilayah Bekasi, misalnya, potensi koridor timur untuk berkembang menjadi lebih cepat asalkan pengembang besar itu tidak saling menunggu untuk melakukan pembangunan. “Sekarang masih saling menunggu, maka itu pengembangan properti harus segera didorong agar kawasan timur bisa bangkit,” kata dia.
Seperti diketahui, dalam Perpres Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur) masih terdapat beberapa isu strategis yang harus dihadapi pengembang, seperti banjir, ketersediaan air baku, sanitasi, persampahan, reklamasi, kemacetan, dan antisipasi pemindahan ibu kota baru.
Ketika menanggapi hal itu, pengembang di kawasan koridor timur mengaku sudah siap melakukan pembangunan termasuk berkonsep mixed-use, transit oriented development (TOD), serta waduk buatan untuk menampung air dan mencegah masalah ketersediaan air baku.
Itu sebabnya, menurut Director of Corporate Strategy Damai Putra Group Edward Gunawan, koridor timur Jakarta merupakan kawasan yang potensial untuk pertama kali bangkit pascapandemi covid-19.
Dia menjelaskan koridor timur Jakarta lebih berpotensi karena beberapa alasan. Pertama, koridor timur Jakarta lebih memiliki kegiatan ekonomi yang fleksibel dan bervariasi, mulai industri jasa, manufacturing, komersial, usaha kecil dan menengah (UKM), hingga hospitality.
“Tidak tergantung hanya satu sumber ekonomi. Ekonomi yang bervariasi bakal cepat pulih, sesuai prinsip diversifikasi dalam teori ekonomi,” jelas dia.
Kemudian, secara geografis, koridor timur menguasai posisi strategis secara nasional karena menghubungkan antara Ibu Kota Jakarta dengan seluruh Pulau Jawa, bahkan ke pulau Indonesia bagian timur.
Ketiga, banyak program infrastruktur yang dijalankan sepanjang koridor timur, seperti commuter line double-double track, kereta api cepat, tol double decker, MRT, dan LRT. Umumnya, pembangunan infrastruktur ialah kunci pemerintah untuk ekonomi dalam kondisi krisis.
“Jadi bisa dibilang proyek masif ini tetap berjalan meskipun di masa pandemi covid-19 dan keberlanjutan proyek-proyek ini akan mempercepat pemulihan ekonomi,” jelas dia.
Peluang ekonomi
Menurutnya, saat infrastruktur itu terealisasi, selain memperlancarkan kondisi ekonomi, juga membuka peluang ekonomi yang baru. Dengan kata lain, infrastruktur baru akan memperluas jangkauan ekonomi di kawasan koridor timur Jakarta.
“Yang tak kalah penting, harga properti di koridor timur masih relatif rendah jika dibandingkan dengan wilayah yang lain. Ini selaras untuk pertumbuhan demografi yang relatif tinggi dan besar. Ketika kondisi ekonomi pulih, hal ini akan tepat sasaran bagi orang-orang yang sedang mencari hunian idaman dengan kemampuan terbatas pascapandemi,” tutup Edward. (S-3)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved