Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mendorong kepemimpinan negara-negara G-20 untuk membawa dunia keluar dari krisis kesehatan dan keterpurukan ekonomi akibat pandemi covid-19. Pemulihan ekonomi dunia memerlukan perhatian G-20, salah satunya melalui bantuan restrukturisasi utang untuk negara berpendapatan rendah.
"Restrukturisasi utang ini harus dibarengi dengan ditingkatkannya manajemen utang (sound debt management) termasuk transparansi data dan dijaganya keberlanjutan fiskal," kata Jokowi dalam pidatonya pada forum KTT G-20 yang digelar secara virtual, Sabtu (21/11) malam.
Sebelumnya, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) meminta dukungan dana sebesar US$2,5 triliun agar negara berkembang mampu keluar dari keterpurukan ekonomi.
Presiden Jokowi mengatakan dukungan luar biasa bagi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan menjadi sangat penting untuk terus diberikan kepada negara-negara berkembang.
Jokowi meminta agar dukungan yang selama ini diberikan G-20 terus berjalan. Jika dukungan tersebut dikurangi secara terburu-buru, Jokowi meyakini pemulihan ekonomi dunia akan berlarut-larut.
Baca juga : Di KTT G-20, Jokowi Ingatkan Vaksin Covid-19 Harus untuk Semua
"Keleluasaan fiskal negara berkembang dibutuhkan untuk membiayai jaring pengaman sosial, mendongkrak konsumsi domestik, serta menggerakkan ekonomi kecil dan menengah," tuturnya.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Presiden Jokowi juga mengingatkan pemimpin negara G-20 untuk menguatkan solidaritas kepada negara berkembang. Dukungan kuat dari G-20 amat penting agar negara-negara berkembang tak terjerembab dalam keterpurukan ekonomi yang berkelanjutan.
"Presiden mengingatkan kembali pernyataan Sekjen PBB mengenai perlunya solidaritas yang kuat bagi negara berkembang. Tanpa bantuan negara G20, negara berkembang dan terbelakang tidak mudah pulih dari pandemi dan keterpurukan ekonomi," ucap Retno dalam konferensi pers.
Pertemuan pemimpin negara-negara G-20 tahun ini digelar selama dua hari yakni 21-22 November 2020. Arab Saudi menjadi ketua dalam penyelenggarannya, dipimpin langsung Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud.
Tema yang dibahas dalam KTT hari pertama yakni mengenai upaya mengatasi pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi serta penciptaan lapangan pekerjaan. Di hari kedua, akan dibahas mengenai membangun masa depan yang inklusif, berkelanjutan, dan berketahanan. (OL-7)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved