Selasa 17 November 2020, 01:39 WIB

Menaker : Ada 151 Ribu Rekening Bermasalah dalam BSU Termin II

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Menaker : Ada 151 Ribu Rekening Bermasalah dalam BSU Termin II

Antara/Candra Yanuarsyah
Pekerja pabrik di Garut, Jawa Barat saat jam pulang kerja

 

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan kembali menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) termin kedua untuk para penerima yang masuk dalam tahap (batch) III hari ini. Namun ada ratusan ribu rekening pekerja yang bermasalah.

“Terdapat rekening yang tidak sesuai NIK dan rekening yang tidak terdaftar di kliring. Jumlahnya rekening bermasalah ini mencapai 151 ribu rekening,” jelas Menteri Ketanagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keterangan resminya, Senin (16/11).

Menaker berharap masyarakat yang merasa berhak mendapat subsidi upah namun masih terkendala, untuk segera berkomunikasi dengan manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan agar datanya dapat diperbaiki.

Bantuan tunai sebesar Rp1,2 juta per dua bulan diberikan ke pekerja yang memiliki gaji dibawah Rp5 juta.

“Karena sumber datanya dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga penyelesaian data ini harus dikoordinasikan dengan mereka juga. Barulah nanti BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan koreksi kepada Kemnaker,” papar Ida.

Pada batch III ini, Kemenaker menyalurkan subsidi gaji/upah kepada 3.149.031 pekerja/buruh dengan anggaran mencapai Rp3,77 triliun.

Baca juga : HIPMI Minta KKP Bongkar Praktek Tidak Sehat Ekspor Benih Lobster

Ida menjelaskan, dengan disalurkannya tahap III, secara keseluruhan pada termin kedua ini Kemnaker telah menyalurkan subsidi upah kepada 8.042.847 pekerja/buruh. Sebelumnya, pada tahap I, Kemnaker menyalurkan subsidi upah kepada 2.180.382 orang.

Lalu, pada tahap II disalurkan kepada 2.713.434 pekerja. Adapun Jumlah anggaran yang untuk ketiga tahap pada termin kedua ini mencapai Rp9,65 triliiun.

“Hari ini, termin kedua subsidi upah untuk tahap III kembali disalurkan. Sesuai dengan komitmen yang telah kami sampaikan sebelumnya, proses penyaluran subsidi gaji/upah kami percepat karena datanya mengacu pada para penerima di termin I yang lalu yang sudah clear and clean," jelas Ida.

Ia menambahkan, dilihat dari realisasi sementara penyaluran subsidi upah termin kedua, tahap I telah tersalurkan kepada 844.083 pekerja/buruh atau 38,71 persen. Sedangkan tahap II telah tersalurkan kepada 685.427 pekerja/buruh atau 25,26 persen. Jumlah anggaran yang sementara tersalurkan dari tahap I dan II sebesar Rp1,8 triliun.

Adapun, laporan sementara dari Bank penyalur per 15 November kemarin, realisasi penyaluran untuk termin kedua secara total tahap 1 dan tahap 2, sudah mencapai 1,5 juta orang. (OL-7)

Baca Juga

Setneg

Airlangga: Pemulihan Ekonomi Berkontribusi Positif pada Kinerja Emiten

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 27 Juli 2021, 23:47 WIB
Perbaikan kinerja emiten, sebut Airlangga, tak lepas dari intervensi pemerintah melalui program Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi...
Dok. Jakmall

Bisnis Dropship Jadi Peluang Menarik di Tengah Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 27 Juli 2021, 23:34 WIB
Di hari jadinya yang ke-5, 1 Agustus 2021, Jakmall mengajak semua masyarakat Indonesia yang bermimpi untuk berbisnis dengan memulai...
Antara/Rivan Awal Lingga

Erick : BUMN Mesti Dorong Ekosistem Ramah Lingkungan untuk Generasi Masa Depan

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 27 Juli 2021, 22:41 WIB
"Inovasi ini bisa berupa premier listrik, di mana listrik ini berdasarkan renewable energy yang kita terus lakukan transformasi sampai...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya