Senin 16 November 2020, 10:30 WIB

Efisiensi Berhasil, Beban Operasional Pertamina EP Asset 4 Turun

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Efisiensi Berhasil, Beban Operasional Pertamina EP Asset 4 Turun

Dok. Pertamina EP
Efisiensi biaya operasional Pertiman EP Asset 4 setelah gunakan listrik PLN

 

PT Pertamina EP berupaya melakukan optimalisasi kegiatan operasional hulu migas ditengah fluktuasi harga minyak dunia. 

Salah satu upayanya ialah konversi Power Supply dari Diesel Engine Generator menjadi Power Supply dari PLN.

Field Manager Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Indarwan Harsoni menjelaskan, dengan konversi Power Supply dari Diesel Engine Generator ke PLN di Pad A dan Pad B ini, dapat memicu efisiensi biaya operasional akibat penurunan fuel consumption.

Ia mengatakan, kini total beban operasional sebesar Rp625,575,848 per bulan dari biaya operasional sebelumnya sebesar Rp. 1,166,632,745 per bulan. Artinya, ada penghematan biaya operasional sebesar Rp. 541,056,896 per bulan, setelah menggunakan Power PLN.

“Hal ini merupakan komitmen Sukowati Field untuk melakukan cost reduction dan merealisasikan Breakthrough Project, terutama pada saat penurunan harga minyak dunia di tengah pandemi COVID-19,” kata Indarwan dalam keterangan resminya, Senin (16/11).

Dia menjelaskan, program ini merupakan komitmen antara PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field dan PLN yang telah dilakukan sejak 20 Februari 2019 melalui Pembangunan Power Plant Pad A dan Pad B menggunakan Diesel Rotary UPS System/DRUPS.

Kebutuhan listrik, kata Indarwan, merupakan jantung penggerak fasilitas operasi produksi, karena selama ini Sukowati Field Pad A dan B memiliki Power Plant sendiri. Fasilitas tersebut, membutuhkan daya masing- masing sekitar 400 kW yang digunakan untuk mengoperasikan Water Injection Pump, dan utilities lainnya.

Saat ini PT PLN, lanjut Indarwan, sudah menyelesaikan pembangunan gardu di area Sukowati Pad A dan Pad B, di mana terdapat potensi percepatan penyambungan Power Supply yang bisa dilakukan untuk Program PLN tanpa menggunakan Diesel Rotary UPS System (DRUPS) agar bisa dilakukan proses efisiensi operasional.

Dia menambahkan, adapun beban operasional eksisting yang ada di Pad A adalah sekitar 153 kW untuk beban Pompa Injeksi (diluar beban ESP dan utilities lainnya) dan beban operasional eksisting di Pad B adalah sekitar 210 kW untuk pompa injeksi dan 1 unit ESP (diluar beban ESP lainnya dan utilities lainnya).

"Konversi Power Supply dari Diesel Engine Generator ke PLN di Pad A dan Pad B ini sudah berlangsung sejak 16 September 2020 dengan pembebanan Tahap pertama adalah untuk beban Pompa Injeksi di masing – masing Pad A dan B untuk melihat kestabilan Power Supply dari Pihak PT PLN," ungkap Indarwan.

Menurutnya, setelah dimonitor sejak 16 September 2020 kondisi Power Supply dari Pihak PT PLN (PERSERO) stabil maka dilanjutkan ke Tahap kedua untuk penambahan beban ESP di Pad B dimana kondisi ini sudah berjalan sejak tanggal 4 November 2020 dan akan terus di monitor dan di evaluasi kestabilan power dari pihak PT PLN.

Indarwan mengatakan, selain efisiensi, program konversi itu juga memberikan manfaat lain yakni, penurunan emisi karbon dari penggunaan fuel Consumption menjadi berkurang karena sudah beralih ke Power PLN. (E-1)

Baca Juga

JACK GUEZ / AFP

Masa Pandemi Covid-19, Fasilitas Gadai Bitcoin Mulai Dibutuhkan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 17:53 WIB
Nasabah mendapatkan dana tunai dalam waktu singkat dengan cara menggadaikan aset kripto yang dimilikinya, seperti Bitcoin (BTC),...
Antara

PHK di Sektor Manufaktur Paling Tajam, Capai 1,8 Juta Orang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 17:26 WIB
Direktur Eksekutif  Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal membeberkan fakta bahwa selama pandemi, sektor...
ANTARA/Prasetia Fauzani

Istana akan Cari Solusi Harga Daging Sapi Tinggi

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 20 Januari 2021, 17:05 WIB
Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi untuk daging sapi pada Rp120 ribu per...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya