Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Soal Merger BUMN, Danantara: Kami Mau Efisienkan dan tidak Boleh ada Lay Off

Media Indonesia
13/12/2025 22:57
Soal Merger BUMN, Danantara: Kami Mau Efisienkan dan tidak Boleh ada Lay Off
Ilustrasi(MI/Susanto)

PROSES konsolidasi bisnis (merger) perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang berlangsung. Senior Director Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto mengatakan bakal melakukan konsolidasi bisnis terhadap sebanyak 1.067 perusahaan menjadi hanya sekitar 250-an perusahaan BUMN berserta anak cucunya. Namun, pihaknya memastikan tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam proses tersebut.

"Tahapan-tahapan itu, sebenarnya dari 1.067 kami mau efisienkan menjadi sekitar 250-an (perusahaan), dengan catatan tidak boleh ada lay-off begitu. Ada caranya, karena kalau kita melakukan Golden Shakehand harusnya IRR (Internal Rate of Return)-nya juga cukup bagus, jadi tidak harus lay-off, bisa melakukan realokasi resources seperti itu," ujar Bhimo dalam acara Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges di Jakarta, Sabtu (13/12).

Ia mengatakan, Danantara Indonesia tengah mempercepat proses konsolidasi bisnis perusahaan-perusahaan BUMN dari yang awalnya ditargetkan selesai pada 2027, dan dipercepat dengan target selesai pada 2026.

"Kami di Danantara juga percaya bahwa, bukannya push semuanya ya. Karena tahu waktu kami tidak banyak, terbatas, jadi semua BUMN sekarang berlari kencang, kami juga manage, proyek manajemen-nya juga tiap hari kami pelototin," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Ia mengatakan melalui proses restructuring di perusahaan-perusahaan BUMN, akan banyak yang dapat di saving, tidak hanya mencakup pengurangan jumlah Board of Commissioners (BOC) dan Board of Directors (BOD). Struktur yang memiliki banyak layer disebut tidak kompetitif karena memiliki biaya yang tinggi jika dibandingkan dengan kompetitor lain yang formasinya tidak gemuk.

"Ketika satu perusahaan harus berkompetisi dengan perusahaan lain, maka efisiensi menjadi penting," tukasnya.(Ant/M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik