Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCAPAIAN positif dengan memperoleh kontrak baru senilai Rp150 miliar di sektor pertambangan kembali diraih PT PP Presisi Tbk. Proyek ini berlokasi di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, dan mencakup penyewaan alat berat serta dukungan unit bisnis pertambangan nikel (UBPN) milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).
Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, Rizki Dianugrah, menyampaikan “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan operasi guna memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/10).
Kontrak ini menegaskan langkah strategis PPRE dalam memperkuat portofolio bisnis di sektor pertambangan nikel nasional. Dalam proyek ini, PPRE akan menyediakan berbagai peralatan dan dukungan operasional guna menunjang kegiatan produksi dan logistik di area pertambangan.
Lebih lanjut, Rizki menambahkan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi PPRE untuk menjadi perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi terkemuka di Indonesia. Dengan dukungan tenaga profesional berpengalaman dan armada alat berat berteknologi modern, PPRE berkomitmen menjalankan setiap proyek dengan standar keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan yang tinggi. (Cah/P-3)
Kepala Pusat Makroekonomi Indef, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan faktor global dan domestik yang memicu masuknya dana asing ke sektor nikel dan tambang logam Indonesia.
Harga nikel dunia di LME melonjak tajam menembus US$17.900 per ton pada Selasa (6/1). Rencana Indonesia memangkas kuota produksi 2026 jadi pemicu utama.
PT Mitra Murni Perkasa (MMP) dan Mitsui & Co Ltd resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal menjalin kolaborasi strategis dalam pemasaran high grade nikel matte.
Pertambangan nikel yang telah operasional selama 2,5 tahun dan banyak membawa manfaat dalam mensejahterakan masyarakat Suku Kawei.
Serangkaian temuan penting terkait praktik pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara menjadi sorotan utama.
Ia menambahkan bahwa setelah dua fase tersebut, INA bahkan sudah membeli lahan untuk Fase III sebagai sinyal percepatan yang tidak main-main.
Ketiga kontrak tersebut mencakup proyek jasa pertambangan di Halmahera dengan nilai kontrak senilai Rp602 miliar yang merupakan pekerjaan tambah atas proyek eksisting.
Seluruh operasional dilakukan dengan penuh tanggung jawab terhadap lingkungan, sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang terus dijunjung perusahaan.
Proyek ini menjadi langkah bagi perusahaan dalam memperluas layanan di sektor pertambangan.
Obligasi tersebut merupakan hasil dari Penawaran Umum Berkelanjutan yang diterbitkan pada tahun 2022 dengan tenor tiga tahun dan kupon sebesar 9,5% per tahun.
Angka ini ditopang oleh pendapatan sebesar Rp3,7 triliun, meningkat 11,47% dibandingkan pendapatan 2023 sebesar Rp3,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved