Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama (Dirut) PT PP (Persero) Tbk (PTPP), Novel Asryad, turut buka suara mengenai rencana merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya. Untuk diketahui, PT PP direncanakan untuk digabung dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
Novel menyampaikan, rencana merger tersebut masih berjalan sesuai proses. PTPP, sambung Novel? saat ini masih rutin menjalin koordinasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan sejumlah konsultan terkait untuk membahas penggabungan tersebut.
"Jadi rencana merger saat ini masih berjalan prosesnya baik dari, dilakukan masing-masing BUMN Karya yang terlibat maupun secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Jadi kita berkoordinasi rutin dengan Danantara, kemudian konsultan-konsultan yang terlibat juga sekarang berproses dan progres sampai dengan saat ini masih sesuai dengan rencana," kata Novel di Gedung Plaza PP, Jakarta, Kamis (18/12).
Novel menyampaikan, merger BUMN Karya diperkirakan mulai berlangsung pada tahun depan karena masing-masing BUMN Karya saat ini masih melakukan berbagai evaluasi internal mulai dari sisi risiko, market, hukum, serta prospek bisnis ke depan.
"Perkiraannya nanti akan berlangsung di 2026. Karena harus komprehensif semuanya, sehingga jangan sampai nanti, ini kan pasti sudah dilakukan kajian oleh Danantara, harus dengan konsultan-konsultan yang terkait, sehingga pada waktu nanti menjadi satu merger yang dibutuhkan, memang benar-benar sudah siap,” sebutnya.
Terkait kesiapan merger BUMN Karya itu, Novel menyebut bahwa kesiapan PTPP sendiri telah berada di angka 40-50% untuk proses merger tersebut.
“Ya mungkin kita sudah 40-50% (siap untuk merger),” pungkas Novel. (E-4)
"Tahapan-tahapan itu, sebenarnya dari 1.067 kami mau efisienkan menjadi sekitar 250-an (perusahaan), dengan catatan tidak boleh ada lay-off begitu."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved