Kamis 29 Oktober 2020, 22:30 WIB

Garuda Indonesia Siapkan Pesawat Kargo untuk Ekspor

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Garuda Indonesia Siapkan Pesawat Kargo untuk Ekspor

Antara/Ampelsa
Ilustrasi pekerja menurunkan muatan kargo dari pesawat Garuda Indonesia.

 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan bahwa maskapai nasional ini tengah menggarap potensi bisnis penerbangan kargo untuk mendukung ekspor produk makanan laut.

Dengan masih turunnya volume penerbangan penumpang ketika pandemi, Irfan menyadari bahwa pergerakan barang terutama bahan pangan terus berjalan, bahkan meningkat dengan adanya e-commerce.

Meski saat ini porsi untuk penerbangan kargo masih berkisar 20 persen daripada penerbangan penumpang, Irfan meyakini bahwa potensi ekspor salah satunya pada produk makanan laut masih sangat besar.

"Dari proporsi kargo dan penumpang saat ini masih 20 persenan, tapi saya optimis kalau ini kita seriusi, kita tekuni, mudah-mudahkan proporsinya bisa sampai di 30an persen," kata Irfan saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis (29/10).

Irfan menjelaskan bahwa Garuda kini memiliki dua rute penerbangan khusus kargo ke luar negeri, yakni Makassar-Singapura dan Manado-Narita (Jepang).

Kapasitas daya angkut untuk rute Makassar-Singapura dengan penerbangan sekali dalam sepekan, rata-rata 40 ton setiap penerbangan dengan menggunakan armada regular Airbus A330-300.

Sementara itu, layanan penerbangan khusus kargo rute Manado-Narita yang juga sekali sepekan mencapai sekitar 35 ton setiap penerbangan dengan armada Airbus A330-200.

Menurut Irfan, layanan penerbangan kargo ini akan membantu nelayan untuk mendapatkan pasar ekspor yang lebih menguntungkan dari segi harga. Apalagi, komoditas laut segar juga sangat diminati oleh masyarakat Jepang. Selain itu, jarak tempuh dari Manado atau Makassar yang lebih dekat, akan lebih menekan biaya logistik, dibandingkan jika pengiriman dilakukan dari Jakarta.

Ia pun tidak keberatan menambah armada pesawat untuk layanan penerbangan kargo jika nantinya terjadi peningkatan volume pengiriman barang.

"Seminggu sekali dari waktu ke waktu sudah mulai meningkat. Kalau memang sampai di kapasitas satu pesawat dan ada kebutuhan lebih, buat saya tidak ada masalah tambah lagi satu pesawat karena ini mendorong ekspor. Ikan dan seafood itu ekspor yang sebenarnya powerful namun terabaikan," kata Irfan.

Di luar rute ekspor, Garuda juga melayani 10 penerbangan domestik dalam sehari untuk layanan kargo. Oleh karena itu, Mantan CEO Sigfox Indonesia tersebut optimistis bahwa bisnis penerbangan kargo menjanjikan di tengah penurunan penumpang saat pandemi. (Ant/OL-12)

Baca Juga

MI/Istana Kepresidenan/Agus Suparto.

Pemerintah Targetkan 60 Ribu Pekerja Seni Disuntik Vaksin

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 20 April 2021, 23:35 WIB
Vaksinasi terhadap para pekerja seni sudah termasuk dalam perhitungan 17 juta pekerja publik yang menjadi sasaran vaksinasi tahap...
DOK IST

UMKM Manfaatkan Ruang Digital di Tengah Pandemi

👤Gana Buana 🕔Selasa 20 April 2021, 23:28 WIB
Pelaku UMKM secara masif beralih dan bertransformasi digital dalam setiap kegiatan...
DOK SHOPEEPAY

ShopeePay Talk Ungkap Tiga Strategi Tangkap Peluang Ramadan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 April 2021, 22:50 WIB
ShopeePay Talk edisi spesial Ramadan kali ini memaparkan strategi untuk menangkap peluang Ramadan dari berbagai pelaku...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Beribadah dengan Disiplin

RAMADAN tahun ini masih sama seperti tahun lalu, yakni warga masih harus menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya