Kamis 22 Oktober 2020, 18:08 WIB

Soal Serapan PEN, Menkeu Minta Daerah Searah dengan Pusat

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Soal Serapan PEN, Menkeu Minta Daerah Searah dengan Pusat

Antara/Puspa Perwitasari
Menkeu Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta pemerintah daerah untuk memiliki pandangan yang sama dengan pemerintah pusat.

Dalam hal ini, terkait upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi covid-19. Hingga semester II 2020, serapan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di daerah tergolong minim.

“Saya ingin menggarisbawahi saat pemerintah pusat terus melihat alokasi dan penyerapan program PEN, kami melihat daerah masih perlu ditingkatkan. Beberapa belanja pemerintah daerah terkait pemulihan ekonomi masih sangat minimal,” ujar Ani, sapaan akrabnya, dalam rapat koordinasi virtual, Kamis (22/10).

Baca juga: Gandeng PBNU Soal Program PEN, Erick Thohir: Biar Berwarna

Berdasarkan catatan Bendahara Negara per akhir September 2020, kinerja serapan anggaran pemerintah daerah baru mencapai Rp13,3 triliun. Itu sekitar 43,75% dari total alokasi anggaran di bidang kesehatan sebesar Rp30,4 triliun.

Kemudian di bidang dukungan ekonomi masyarakat, pemerintah daerah baru menyerap anggaran sebesar Rp2,6 triliun, atau 13,7% dari total alokasi sebesar Rp19,24 triilun.

Sementara itu, pada bidang perlindungan sosial, pemerintah daerah sudah menyerap anggaran sebesar Rp11,7 triliun, atau 51% dari total anggaran tersedia, yakni Rp22,8 triliun. “Masih ada tiga bulan. Berarti 49% seharusnya bisa sangat membantu masyarakat di daerah hingga akhir tahun,” pungkas Ani.

Menurutnya, serapan anggaran di daerah yang rendah disebabkan kendala kendala non-anggaran. Persoalan itu seharusnya bisa ditangani sejak awal.

Baca juga: Menkeu: UU Cipta Kerja Tarik Indonesia dari Middle Income Trap

“APBN dan APBD memang juga mengalami syok sangat besar pada tahun ini akibat pandemi covid-19. Namun kita masukkan dalam struktur yang baru. Seharusnya bisa segera diakselerasi,” imbuh mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Pemerintah dikatakannya terus mendorong akselerasi penyerapan program PEN. Sehingga, pertumbuhan ekonomi nasional kembali meningkat. Saat ini, ketahanan ekonomi turut dipengaruhi kinerja serapan program tersebut.

Diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp695,20 triliun dalam program PEN. Adapun anggaran untuk pos dukungan sektoral dan pemerintah daerah tercatat Rp106,11 triliun.(OL-11)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Duta Besar Distrik Finansial London Jajaki Peluang Investasi IKN

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 15:02 WIB
Rencananya pada Oktober 2022, Lord Mayor of The City of London akan kembali bertemu OIKN untuk membahas hal tersebut secara lebih...
MI/Susanto

Menkeu Sebut Pemerintah Utamakan Kualitas Pendidikan dan SDM

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 27 Juni 2022, 14:47 WIB
Perhatian Presiden Jokowi dan pemerintah ini juga tercermin dari alokasi anggaran khusus untuk perguruan tinggi dalam bentuk dana abadi...
Antara.

Ekonom Respons Permintaan Bank untuk Restrukturisasi Kredit

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 14:46 WIB
NPL PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) pada kuartal I 2022 tercatat sebesar 3,5%. Ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya