Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (21/10) yakni 5.084,79. Indeks sudah tampak tmerosot sejak awal perdagangan.
"Memperoleh arahan negatif dari mayoritas bursa global dan regional, IHSG diperkirakan melemah dalam rentang support-ressistance 5.000-5.200 pada perdagangan hari ini," ujar tim riset Phintraco Sekuritas Indonesia, Kamis (22/10).
Dari dalam negeri, antisipasi rilis laporan kinerja keuangan periode kuartal III-2020 oleh emiten-emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mempengaruhi pergerakan IHSG.
Pun pelaku pasar juga menantikan pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 yang dijadwalkan rilis pada awal November 2020.
Baca juga: Menunggu Stimulus AS, IHSG Melemah
Mereka menyarankan seiring sentimen di atas, pelaku pasar sebaiknya tidak tergesa-gesa dalam melakukan akumulasi beli.
"Waspadai potensi pelemahan saham-saham tambang yang berkaitan dengan nikel seperti TINS, ANTM dan INCO," ujar tim riset tersebut.
Hal ini mengingat secara teknikal saham-saham tersebut telah memasuki oversold area seiring dengan penguatan signifikan beberapa hari terakhir menyusul rencana pembentukan Indonesia Battery Holding.
"Untuk saham-saham perbankan, terutama BBRI, BBNI dan BMRI yang terindikasi mulai memasuki fase konsolidasi di critical/pivot level," tukas mereka.(OL-5)
PT Pertamina Gas (Pertagas) mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025.
PT Bank SMBC Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pendapatan sebesar Rp9,03 triliun di tengah tantangan kondisi makro ekonomi.
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
Laporan keuangan bulanan (bank only) dari Bank Mandiri Januari 2026 mencatat realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.511,4 triliun.
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved