Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Kabupaten Sleman kini telah berhasil membranding beras hasil produk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Sleman. Dengan merek 'Beras Sleman', produk gapoktan di Sleman ini siap dipasarkan ke sejumlah toko modern berjejaring nasional.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sleman Heru Saptono mengatakan untuk saat ini Beras Sleman sudah dipasarkan di toko modern dan beberapa pasar tradisional.
Berawal dari keprihatinan pemerintah Kabupaten Sleman dari 2016, beras yang diproduksi petani Kabupaten Sleman diwadahi dengan branding Beras Delanggu. Gabah dibawa ke Demak, Jawa Tengah dan Jawa Barat lalu dikemas dan dipasarkan di Jogja. Sekarang, dengan bermodalkan mutu yang baik, Kabupaten Sleman berhasil membranding berasnya sendiri.
Baca Juga: Orientasi Ekspor Beras, Kementan Bangun Kostraling
Untuk memperoleh hasil produksi yang baik, pihaknya mengaku terus melakukan pengawasan dan kontrol terhadap kualitas Beras Sleman ini. “Kami terus memantau kualitas Beras Sleman ini. Kami tempatkan petugas penyuluh mutu pertanian di setiap wilayah Sleman Barat, Sleman Tengah, dan Sleman Timur untuk terus mempertahankan kualitas Beras Sleman ini,“ jelas Heru.
Lebih lanjut Heru menjelaskan produk beras sleman ini dijamin memiliki kualitas yang bagus dan rasa yang enak dibanding beras dari derah lainnya. Heru mengatakan kualitas beras sleman yang bagus ini karena dihasilkan dari pertanian di wilayah Sleman yang merupakan daerah lereng Gunung Merapi dengan pengairan yang sangat cukup dan belum terkena pencemaran.
Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Sembada Beras Sleman, R Bangun menyampaikan keinginannya untuk Beras Sleman ini karena betul-betul dikenal karena rasanya yang enak. “Melalui Bupati Sleman, memberikan surat edaran agar semua ASN yang ada di Kabupaten Sleman wajib mengonsumsi beras sleman ini,“ kata Bangun.
Baca Juga: Diversifikasi Pangan, Kementan Dorong Penurunan Konsumsi Beras
Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan gagasan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sleman ini sangat bagus untuk mengendalikan nilai-nilai yang dulu ada dan sekarang sudah hilang harus tumbuh lagi. “Kalau di Jawa Tengah terkenal dengan beras Delanggu, Jawa barat dengan beras Ciaunjur, ini adalah gagasan untuk Kabupaten Sleman mengembalikan beras spesifik namanya Beras Sleman,“ papar Suwandi.
Lebih lanjut Suwandi berharap Beras Sleman yang sekarang dikelola dengan baik, proses produksi baik kemudian dikirim dan dikemas khusus dengan brand Beras Sleman. Masuk supermarket dan mal supaya lebih dikenal beras asal daerahnya. “Kami juga memberi kesempatan untuk daerah lain membranding masing-masing wilayahnya sesuai dengan beras yang ada di wilayahnya masing masing,” ujarnya.
Hal ini, menurut Suwandi, sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang telah memerintahkan semua jajaran Kementerian Pertanian untuk terus mengawal dan menciptakan produk-produk baru di bidang pertanian secara maksimal untuk menjaga dan mengamankan produksi pangan nasional. (RO/OL-10)
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Aulia Furqon, menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada beras 2025.
KEBERHASILAN swasembada pangan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan kerja seluruh petani Lamongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved