Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi mengungkapkan kondisi Pandemi covid-19 saat ini menjadi tantangan sekaligus momentum yang tepat untuk fintech lending mengoptimalkan perannya dalam memberikan akses pendanaan kepada masyarakat dan sektor usaha.
Menurutnya, fintech lending telah menjadi mitra pendanaan masyarakat yang mayoritas belum dapat mengakses layanan keuangan seperti perbankan dan pembiayaan seperti kelompok pekerja, petani, nelayan, pengrajin, dan UMKM.
Selain itu, pelaku usaha mikro kelompok wanita, mahasiswa dan milenial yang membutuhkan pendanaan untuk kebutuhan pendidikan, dan kelompok masyarakat lain yang membutuhkan pendanaan kesehatan dan kepemilikan properti.
“Dengan kesempatan ini, AFPI akan melanjutkan komitmen untuk menjadikan fintech lending sebagai pilihan layanan dan mengoptimalkan akses pendanaan kepada masyarakat melalui online khususnya di masa pandemi saat ini. Kami berharap situasi ini menjadi momennya era digitalisasi, khususnya di fintech lending untuk berperan lebih dan ambil bagian dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya dalam acara musyawarah nasional Asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia (Munas AFPI) secara daring, Rabu (30/9).
Adrian menegaskan geografi Indonesia yang sangat menantang untuk menjangkau masyarakat hingga pelosok daerah merupakan pasar yang potensial bagi industri fintech, terlebih transaksi keuangan tidak dapat dilakukan seluruhnya secara fisik.
“AFPI akan mendorong penyelenggara fintech lending untuk melakukan komunikasi dan kolaborasi yang solid dengan seluruh mitra strategis melalui roadmap yang lebih jelas terkait pengembangan industri. Hal ini sejalan dengan harapan regulator untuk menciptakan layanan keuangan digital yang inovatif namun tetap memastikan kemampuan mitigasi risiko yang mumpuni," kata Adrian.
Baca juga : OJK Bisa Cabut Izin Fintech yang Tawarkan Jasa Via Pesan Singkat
"Oleh sebab itu layanan digital atau yang dilakukan secara jarak jauh menjadi preposisi keunggulan fintech lending yang dapat turut mendukung peningkatan layanan keuangan di masyarakat,” sambungnya.
Peelu diketahui, dari sisi penyaluran pinjaman, berdasarkan data OJK, hingga periode Juli 2020, akumulasi distribusi pinjaman fintech lending senilai Rp116,97 triliun atau naik 134,91% dari tahun lalu, bandingkan dengan akumulasi penyaluran pinjaman pada Desember 2018 yang masih Rp22,66 Triliun.
Dari sisi lender, telah terakumulasi sebanyak 663.865 entitas yang memberikan pinjaman kepada lebih dari 26 juta masyarakat dengan total transaksi akun borrower mencapai 148 juta transaksi.
Sampai dengan saat ini penyaluran pendanaan para pelaku fintech lending Indonesia didominasi sektor produktif 68%, konsumtif 58%, dan syariah 7%. Penyaluran pembiayaan fintech lending dilakukan melalui platform digital dengan proses yang lebih sederhana dan cepat sehingga lebih mudah menjangkau masyarakat serta lebih fleksibel ketika terjadi pandemi yang mengurangi kontak fisik.
“Fintech lending menawarkan solusi keuangan kekinian di era digital yang menjadi bagian dari ekosistem digital dengan menyasar masyarakat yang belum terlayani (underserved) dan UMKM yang belum tersentuh bantuan (underpenetrated) permodalan sektor perbankan,” pungkas Adrian. (OL-7)
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN).
Melalui PEN pemda, PT SMI berperan sebagai alat countercyclical pemerintah untuk menanggulangi dampak perubahan situasi ekonomi yang signifikan seperti pandemi covid-19.
Ketiga tersangka dugaan korupsi pembangunan ruas jalan itu yakni Kuasa Direktur CV Lembata Jaya berinisial LYL, Pejabat Pembuat Komitmen berinisial AP, dan konsultan pengawas, YM.
KPK menahan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Muda Laode Gomberto. Dia merupakan tersangka kasus dugaan suap pengajuan dana pemulihan ekonomi nasional daerah (PEN) covid-19
Penyaluran sebesar Rp628,44 miliar ini dengan capaian 78,42 persen dari total dana desa untuk Kaltim yang sebesar Rp777,27 miliar.
Pelaku UMKM dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman melalui inovasi dan kreasi digital.
Hasil pemeriksaan saksi, KPK mengungkapkan tersangka meminta suap agar bisa mencairkan dana PEN Kabupaten Muna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved