Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BANK Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate sebesar 4,00%. Adapun suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut keputusan ini mempertimbangkan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah inflasi yang bergerak rendah.
"Untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19, BI menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas. Termasuk dukungan BI kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN 2020," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/9).
Baca juga: Bank Indonesia Yakin Ekonomi RI Tembus 4,8-5,8% Pada 2021
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa pihaknya akan melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.
Bank Sentral juga berkomitmen untuk memperkuat strategi operasi moneter. Tujuannya, meningkatkan transmisi stance kebijakan moneter yang ditempuh.
"Kami memperpanjang periode ketentuan insentif pelonggaran GWM rupiah sebesar 50 bps bagi bank yang menyalurkan kredit UMKM. Berikut, ekspor dan impor, serta kredit non-UMKM. Itu dari 31 Desember 2020 menjadi sampai dengan 30 Juni 2021," jelas Perry.
BI dikatakannya terus mendorong pengembangan instrumen pasar uang untuk mendukung pembiayaan korporasi dan UMKM. Upaya itu sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Baca juga: Survei BPS: Mayoritas Pendapatan UMKM Anjlok Akibat Pandemi
Selain itu, BI juga melanjutkan perluasan akseptasi QRIS dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi dan pengembangan UMKM. Dalam hal ini, melalui perpanjangan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0% untuk Usaha Mikro (UMI), dari 30 September 2020 menjadi sampai dengan 31 Desember 2020.
Bank Sentral berupaya mengambil kebijakan yang mendukung program PEN, dengan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global. Berikut, penyebaran covid-19 dan dampak pandemi terhadap ekonomi domestik dari waktu ke waktu.(OL-11)
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat ke level 8.000 dalam sepekan mendatang.
Berlangsung selama tiga hari, Kamis-Minggu (21-24/8), transaksi berhasil menembus pasar Internasional. Total transaksi mencapai Rp1,4 miliar.
Karena SRBI yang beredar berkurang, otomatis dana di pasar uang dan perbankan menjadi lebih banyak tersedia atau longgar.
DI tengah ketidakpastian pasar keuangan global, penurunan tarif bea masuk dari Amerika Serikat (AS) memberi ruang napas baru bagi sejumlah negara.
Pengamat Perbankan & Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan penurunan BI Rate sebesar 25 bps pada Rabu (20/8), memberikan sinyal pelonggaran kebijakan moneter.
PENURUNAN suku bunga kredit perbankan tercatat masih berjalan lambat setelah suku bunga acuan (BI-Rate) dipangkas sebesar 100 basis poin (bps) sejak September 2024.
Kemampuan yang dimiliki itu dapat diasah sehingga mampu berpartisipasi dalam upaya peningkatan ekonomi di daerah, bahkan nasional.
Perekonomian NTB menjadi bergairah dengan adanya Fornas kali ini.
SEJUMLAH pasal yang mengatur berbagai aspek terkait tembakau pada PP Nomor 28 Tahun 2024 menuai kritik. Aturan ini dinilai berdampak negatif terhadap industri dan petani dalam negeri,
KOTA Batu tak hanya lekat dengan suguhan pemandangan alam, kabut, dan kesejukan udara, tetapi juga hamparan perbukitan dan perkebunan milik warga hadir memanjakan mata.
PEMERINTAH dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Over Dimension Overloading (ODOL) serta mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan,
EFEKTIVITAS Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai instrumen peningkatan daya beli masyarakat kembali dipertanyakan. Sebab program tersebut tidak memberikan kontribusi signifikan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved