Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate sebesar 4,00%. Adapun suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut keputusan ini mempertimbangkan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah inflasi yang bergerak rendah.
"Untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19, BI menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas. Termasuk dukungan BI kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN 2020," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/9).
Baca juga: Bank Indonesia Yakin Ekonomi RI Tembus 4,8-5,8% Pada 2021
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa pihaknya akan melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.
Bank Sentral juga berkomitmen untuk memperkuat strategi operasi moneter. Tujuannya, meningkatkan transmisi stance kebijakan moneter yang ditempuh.
"Kami memperpanjang periode ketentuan insentif pelonggaran GWM rupiah sebesar 50 bps bagi bank yang menyalurkan kredit UMKM. Berikut, ekspor dan impor, serta kredit non-UMKM. Itu dari 31 Desember 2020 menjadi sampai dengan 30 Juni 2021," jelas Perry.
BI dikatakannya terus mendorong pengembangan instrumen pasar uang untuk mendukung pembiayaan korporasi dan UMKM. Upaya itu sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Baca juga: Survei BPS: Mayoritas Pendapatan UMKM Anjlok Akibat Pandemi
Selain itu, BI juga melanjutkan perluasan akseptasi QRIS dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi dan pengembangan UMKM. Dalam hal ini, melalui perpanjangan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0% untuk Usaha Mikro (UMI), dari 30 September 2020 menjadi sampai dengan 31 Desember 2020.
Bank Sentral berupaya mengambil kebijakan yang mendukung program PEN, dengan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global. Berikut, penyebaran covid-19 dan dampak pandemi terhadap ekonomi domestik dari waktu ke waktu.(OL-11)

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
DEPUTI Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono mengaku tidak pernah ada pembahasan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto terkait penunjukan dirinya.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bank sentral melakukan intervensi di pasar keuangan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved