Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Mandiri terus berupaya membangkitkan ekonomi dalam negeri yang terdampak pandemi covid-19. Salah satunya dengan konsisten menyalurkan kredit produktif dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Di Jawa Barat, Misalnya, Bank Mandiri Region VI/Jawa I telah menyaluran kredit produktif bagi UMKM sebesar Rp1,27 triliun hingga 14 September 2020. Pembiayaan tersebut terbagi atas penyaluran pada segmen UKM sebesar Rp640 miliar, segmen mikro KUM (Kredit Usaha Mikro) Rp177 miliar, dan mikro KUR (Kredit Usaha Rakyat) senilai Rp458 miliar.
Kredit program PEN ini disalurkan ke sektor usaha yang membantu penguatan ketahanan pangan (pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan), sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta sektor konstruksi
Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa I Sulaeman mengungkapkan, pihaknya akan terus menyalurkan kredit produktif dalam program PEN karena saat ini Bank Mandiri menyadari tingginya kebutuhan permodalan para pelaku usaha untuk menyerap berbagai risiko yang ada dalam menjaga keberlangsung usaha di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi ke depan.
"Meskipun realisasi penyaluran PEN Bank Mandiri Regional VI/Jawa 1 telah melewati target awal internal, kami akan tetap menyalurkan kredit PEN secara cepat dan tepat sasaran. Untuk itu, kami akan menggandeng berbagai komponen masyarakat, termasuk nasabah eksisting, serta memanfaatkan seluruh sumber daya di Bank Mandiri,"katanya.
Baca juga : Pemerintah Harus Gencarkan Edukasi Penyaluran Kredit Dana PEN
Dia berharap, inisiatif Bank Mandiri dalam penyaluran kredit PEN ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM dalam menghela roda perekonomian di wilayah Jawa Barat.
Dalam Gathering dan Sosialisasi Program PEN kepada para pelaku UMKM di Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/9) , Bank Mandiri juga melakukan penyerahan kredit PEN kepada debitur segmen Mikro dan UKM, yang disaksikan langsung melalui video conference oleh Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji, serta perwakilan asosiasi dan gabungan pengusaha pelaku UMKM Jawa Barat.
Tercatat, volume kredit produktif yang disalurkan di acara tersebut adalah sebesar Rp 18,37 miliar kepada 24 nasabah debitur dari segmen UKM, segmen Mikro KUM dan segmen Mikro KUR.
“Intinya kami akan terus mengoptimalkan penyaluran kredit produktif kepada para pelaku UMKM agar pengembangan dan keberlangsungan usaha mereka tetap berjalan baik di tengah situasi pandemi covid-19 ini. Semoga acara ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh para pelaku UMKM serta menjadikan Bank Mandiri sebagai mitra finansial pilihan utama bagi nasabah," pungkas Sulaeman. (OL-7)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Sejalan dengan akselerasi ekonomi tersebut, Bank Mandiri turut konsisten mempertahankan fundamental keuangan solid sepanjang 2025.
Komitmen Menggerakan Perekonomian Nasional
Bank Mandiri melihat pameran ini sebagai sarana untuk memberikan literasi keuangan kepada pengunjung dan tenant yang ada
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Bank Mandiri menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 kepada para pemegang saham pada Rabu (14/1).
Bank Mandiri mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved