Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KONGRES Wanita Indonesia kembali menggelar ajang Kowani Fair yang mengedepankan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia. Namun, karena pandemi Covid-19, Kowani Fair kali ini diselenggarakan secara daring (online) dengan menggandeng platform e-commerce, Tokopedia.
Kowani Fair 2020 yang berlangsung 1-4 September dan dibuka secara khusus oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki diikuti oleh 250 pelaku UMKM.
Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto mengatakan, Kowani Fair merupakan perwujudan dari komitmen, konsistensi Kowani untuk ikut serta meningkatkan harkat perempuan melalui kegiatan perekonomian guna pemantapan kesejahteraan keluarga pada khususnya dan kesejahteraan bangsa pada umumnya.
"Ini menjadi bagian konsistensi Kowani untuk memfasilitasi, mediasi serta mengantarkan UMKM guna terus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya dalam menjalankan perekonomian masyarakat,” kata Giwo.
Kowani Fair 2020 mengambil tema Gebyar Kemerdekaan Kowani Fair Online di Era New Normal. Giwo menambahkan, lewat ajang yang digelar secara daring, Kowani juga ingin ikut mempersiapkan masyarakat Indoneisia di era Industry 4.0.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan apresiasi kepada Kowani yang secara konsisten terlibat dalam upaya pemberdayaan ekonomi UMKM.
Ia mengungkapkan, saat ini pelaku usaha di Indonesia, sekitar 99 persen merupakan koperasi dan UMKM. Pelaku usaha UMKM menyumbang setidaknya 60 persen PDN nasional, menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi 14,7 persen pada ekspor nasional.
Baca juga : The Bencoolen Coffee Beri Pelatihan Bagi Peserta Kartu Prakerja
Sedangkan data BPS sekitar 43,45 persen pengusaha UMKM non pertanian adalah kaum perempuan . Database KemenkopUKM menunjukkan dari total 123.048 koperasi aktif, 11.458 diantaranya adalah koperasi wanita.
”Melalui Kowani Fair ini menunjukan peran perempuan sebagai pahlawan dan pilar ekonomi, yang menopang ekonomi keluarga amat strategis dan penting,” ujar Teten.
Menteri Pendayagunaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga juga mengapresiasi Kowani Fair. Menurutnya, ajang Kowani Fair tidak hanya membantu kaum perempuan untuk berusaha, tapi juga membuktikan kaum prempuan bisa berdaya dan mandiri menghadapi pandemi covid 19.
“Potensi kaum perempuan dalam pembangunan nasional amat besar jika dimanfaatkan secara maksimal ,maka kita perlu bekerjasama. Kerjasaama Kowani dan Tokopedia semoga dapat menginpirasi.mari kita bersatu dan memberi solusi ,”tukas Bintang.
Pengusaha yang juga Wakil Ketua DPR dari NasDem Rachmat Gobel mengatakan, Kowani telah menunjukan peran strategis di tingkat nasional dan internasional dalam berbagai bidang ekonomi dan sosial.
“Semoga Kowani terus meningkatan kualitas dan perannya menjadi wadah perjuangan kaum perempuan Indonesia,” pungkas Rachmat Gobel (OL-7)
DI setiap situasi konflik dan bencana, perempuan kini dipersepsikan dominan sebagai aktivis pendorong keadilan dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Perjuangan untuk Palestina tidak hanya dilakukan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui doa, edukasi, dan penyadaran masyarakat.
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
Gapki menggelar pertemuan 140 pemangku kepentingan di Palu untuk mendorong perlindungan pekerja perempuan dan penguatan prinsip kesetaraan gender di sektor sawit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved