Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH mencatat rata-rata realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) per 27 Agustus 2020 sebesar 44%. Namun, realisasi belanja di tingkat kabupaten/kota sedikit lebih tinggi, yakni 48,8%.
Melihat data tersebut, Presiden Joko Widodo meminta seluruh kepala daerah untuk mempercepat serapan belanja.
"Realisasi APBD harus betul-betul jadi konsentrasi harian. Para gubernur harus mengingatkan bupati dan wali kota yang berada di posisi rendah. Baik untuk pengadaan barang dan jasa, belanja modal, maupun bansos," tegas Jokowi, sapaan akrabnya, dalam rapat terbatas secara virtual, Selasa (1/9).
Baca juga: Agustus Deflasi 0,05%, BPS: Daya Beli Masyarakat Belum Pulih
Kepala Negara menggarisbawahi beberapa provinsi dengan realisasi belanja yang tergolong minim. Seperti, Aceh, Sumatera Utara dan Bengkulu. Adapun DKI Jakarta mencatatkan kinerja belanja yang relatif baik.
"DKI belanja barang dan jasanya sudah tinggi sekitar 70%. Belanja modal juga 90%. Sementara yang lain masih di angka 10-15%. Apalagi bansos masih ada yang 0%. Aceh dan Sumatera Utara, realisasi barang dan jasa baru beberapa persen, juga Bengkulu. Realisasi APBD setiap hari saya ikuti. Tolong diperhatikan,” paparnya.
Jokowi menekankan bahwa realisasi penyaluran APBD yang cepat akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Serta, menjaga tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat.
Pada kuartal II 2020, dari total 34 provinsi di Tanah Air, hanya Papua dan Papua Barat yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif, yakni masing-masing 4,25% dan 0,25%. Sementara itu, sejumlah provinsi lainnya dengan ekonomi negatif, seperti Bali yang minus 10,9%.
Baca juga: Menkeu: Realisasi Dana PEN Lebih Cepat dengan Program Eksisting
"Selama ini sektor wisata memang sangat mendominasi ekonomi di Bali. Sehingga sekarang terlihat sekali pernurunannya,” imbuh Jokowi.
Hal serupa juga terlihat di DKI Jakarta yang ekonominya minus 8,82% pada kuartal II 2020. Adapun DI Yogyakarta juga tercatat minus 6,74%.
"Pada kuartal III, kita masih punya satu bulan, yaitu September. Kalau kita masih dalam posisi minus, artinya kita masuk resesi. Karena itu percepat belanja barang, modal dan bansos. Sehingga, bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan ekonomi daerah," tandasnya.(OL-11)
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Dengan capaian tersebut, APBD tahun 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp41,7 triliun. Sementara itu, net pembiayaan daerah pada tahun yang sama mencapai Rp67,1 triliun.
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 resmi diundangkan pada 23 Desember 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan Pemprov DKI Jakarta tengah merevitalisasi sejumlah ruang publik, namun tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved