Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah perkembangan situasi global belakangan, para pengembang tetap dituntut memiliki sikap profesional sekaligus memiliki kualitas untuk melalui kondisi perekonomian yang sulit akibat pandemi covid-19.
Hal itu menjadi dasar dari pelaksanaan pelatihan daring bagi para pengembang se-Sumatra selama tiga hari oleh Badan Diklat DPP Realestat Indonesia (REI) yang bekerja sama dengan BTN Housing Finance Center (HFC).
Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida berharap pelatihan ini dapat menjadikan pengembang lebih profesional dan terus meningkatkan kualitas rumah yang dibangun, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Diklat ini sekaligus merespons harapan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono pada pembukaan pameran Indonesia Property Virtual Expo, yang mengingatkan pentingnya pengembang untuk meningkatkan kualitas bangunan rumah yang dibangun,” tutur Totok saat pembukaan zoom course, Selasa (25/8).
Ia melanjutkan, melalui pelatihan ini diharapkan para pengembang dapat mengasah diri dan adaptif dengan perkembangan yang ada. Terutama mampu menjadi developer yang tangguh, termasuk menghadapi situasi pasar yang kurang kondusif saat ini.
Direktur Utama Bank BTN, Pahala N Mansury, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama pemerintah di bidang perumahan ialah mengurangi angka backlog perumahan, yang saat ini masih memiliki defisit kurang lebih 7,6 juta unit rumah.
“Karena itu, diperlukan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan terkait dengan perumahan guna menurunkan angka backlog tersebut,” tutur Pahala dalam sambutan yang dibacakan Direktur Consumer & Commercial Lending Bank BTN, Hirwandi Gafar.
Selama ini, menurut dia, Bank BTN selalu mengambil bagian dalam mendukung pertumbuhan sektor properti, baik dari sisi supply and demand melalui produk dan jasa layanan perbankannya.
Hirwandi pun menyebut, meski kondisi perekonomian Indonesia pada kuartal II mengalami kontraksi hingga 5%, sektor properti tetap mampu tumbuh positif 2,3%. Bisnis properti dengan multiplier effect di lebih dari 170 subsektor industri padat karya menjadi penggerak ekonomi nasional. (Dro/S-2)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved