Rabu 26 Agustus 2020, 12:45 WIB

Grup AirAsia Bukukan Kerugian Rp3,4 Triliun

Basuki Eka Purnama | Ekonomi
Grup AirAsia Bukukan Kerugian Rp3,4 Triliun

AFP/Mohd RASFAN
Pesawat milik Airasia terlihat diparkir di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

 

GRUP AirAsia Bhd membukukan rugi bersih RM992,89 juta atau sekitar Rp3,4 triliun pada kuartal kedua yang berakhir 30 Juni 2020 (2Q20) dibandingkan dengan laba bersih RM17,34 juta pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Dalam pernyataannya, Rabu (26/8), maskapai tersebut menyatakan pada puncak pandemi covid-19, ketika banyak negara mengumumkan lockdown dan pembatasan-perbatasan, pendapatan grup maskapai penerbangan berbiaya rendah itu turun 96% menjadi RM118,96 juta atau Rp414 milyar lebih dari RM2,92 miliar sebelumnya.

Grup AirAsia mengatakan 42% dari pendapatan mereka dikontribusikan oleh operasional kargo dan logistik.

Baca juga: Menristek Sebut Dampak Nyata dari Pandemi di Bulan September

Pengeluaran menurun karena maskapai tersebut menghibernasi armadanya pada akhir kuartal pertama dan secara bertahap kembali beroperasi pada akhir Mei hingga awal Juni karena pembatasan perjalanan domestik berkurang.

"Grup menerapkan langkah-langkah pengendalian biaya seperti penentuan ukuran tenaga kerja yang tepat, pemotongan gaji untuk manajemen, staf dan direktur, negosiasi penundaan dengan pemasok dan mitra, serta restrukturisasi posisi bahan bakar," kata AirAsia.

Adapun arus kas, grup tersebut mencatat arus keluar bersih sebesar RM1,67 miliar selama 2Q20 karena pandemi covid-19 saat ini berkontribusi pada penurunan permintaan penerbangan.

Selama kuartal yang ditinjau, pendapatan untuk bisnis maskapai penerbangan adalah RM68,0 juta karena kapasitas berkurang sebesar 98% dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2019 (2Q19).

Total sebanyak 204.082 penumpang diangkut selama 2Q20 dibandingkan dengan 12,84 juta penumpang yang diterbangkan pada 2Q19.

Malaysia dan Filipina mengumumkan hibernasi armadanya masing-masing mulai 28 Maret dan 20 Maret 2020, sedangkan Indonesia secara signifikan mengurangi penerbangan domestik dan internasionalnya.

Beberapa waktu lalu, AirAsia juga membuka penerbangan carter untuk turis atau pasien kesehatan Medan - Penang namun kemudian ditutup kembali karena mendapat protes dari Ketua Menteri Penang. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara/Reno Esnir

DPR Minta PLN Kaji Ulang Rencana Kenaikan Tarif Listrik 

👤Insi Nantika jelita 🕔Jumat 03 Desember 2021, 17:49 WIB
Menurutnya, rencana kenaikan tarif listrik akan memberatkan bagi konsumen yang sampai sekarang ekonominya masih terdampak pandemi...
DOK KEMENTAN

ODICOFF Turki Gaet Puluhan Buyer Lakukan Kontrak Kerja Sama Perdagangan, Capai Rp115 Miliar Lebih

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 17:28 WIB
Komoditas yang menjadi bagian kerja sama ini di antaranya kopi, beras premium, rempah, pupuk organik, black...
dok Bappenas

Peta Jalan Ekonomi Kerthy Bali, Langkah Awal Transformasi Ekonomi Indonesia

👤Adiyanto 🕔Jumat 03 Desember 2021, 17:08 WIB
Peluncuran Peta Jalan dan Master Plan ini merupakan bentuk penerjemahan arahan Presiden Jokowi kepada Kementerian PPN/Bappenas untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya