Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA hari ini, Selasa (18/8), PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap I Tahun 2020 (Obligasi) dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap I Tahun 2020 (Sukuk) yang mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap I Tahun 2020 yang dicatatkan dengan nilai nominal Rp12.000.000.000,00," ujar pengumuman di laman idx.co.id, Selasa (18/8).
Obligasi berkelanjutkan emiten berkode saham AGII tersebut terdiri dari tiga seri. Seri A (AGII02ACN1) dengan nilai nominal Rp9.000.000.000,00 jangka waktu 3 tahun. Seri B (AGII02BCN1) dengan nilai nominal Rp2.000.000.000,00 jangka waktu 5 tahun. Sementara Seri C (AGII02CCN1) dengan nilai nominal Rp1.000.000.000,00 jangka waktu 7 tahun.
"Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap I Tahun 2020 (SIAGII02CN1) yang dicatatkan dengan nilai nominal Rp5.000.000.000,00 dan jangka waktu 5 tahun," tambah pengumuman tersebut.
Baca juga: Uang Baru Disangka bagian Redenominasi, BI : Tidak Termasuk
Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia untuk Obligasi dan Sukuk adalah A-(idn) (Single A Minus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.
BEI memaparkan, total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 56 Emisi dari 40 Emiten senilai Rp43,81 Triliun.
"Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 445 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp427,41 Triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 121 Emiten," tutur BEI.
Sementra , Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 99 seri dengan nilai nominal Rp3.202,76 Triliun dan US$400 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp8,37 Triliun. (A-2)
PT Pollux Hotels Group Tbk memperkuat strategi kebutuhan dan struktur pendanaannya dengan menerbitkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai maksimal Rp500 miliar.
SMF menilai kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan obligasi SMF sebagai underlying transaksi repo, akan membuka kembali minat investor t
SBN akan memperluas ekosistem aset digital yang terukur dan sesuai regulasi guna mendukung pertumbuhan sektor keuangan digital nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons usulan Luhut Binsar Pandjaitan soal suntikan dana Rp50 triliun ke INA, dengan syarat dialokasikan ke sektor riil, bukan obligasi.
IHSG, nilai kapitalisasi pasar, dan juga rata nilai transaksi harian, membukukan rekor tertinggi atau all time high. Pasar modal domestik pada September 2025 mencatatkan kinerja yang positif.
Rencana penerbitan private placement Patriot Bond oleh Danantara Indonesia senilai Rp50 triliun menuai dukungan.
Berdasarkan data Bappenas, kebutuhan investasi infrastruktur nasional mencapai lebih dari Rp6.000 triliun, namun baru sekitar 40% yang bisa dibiayai lewat APBN dan APBD.
Pencatatan sukuk ini merupakan hasil dari konsistensi dan komitmen bank dalam menjawab tantangan industri perbankan syariah yang semakin kompetitif dan dinamis.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi.
Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk penguatan struktur permodalan dan ekspansi pembiayaan berbasis akad murabahah kepada nasabah pada segmen produktif dan konsumtif.
Perusahaan juga mencatat peningkatan signifikan dalam total nilai penjaminan emisi obligasi dan sukuk sebesar Rp14,6 triliun pada 2024.
Pasar obligasi Indonesia dipandang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Sejumlah sektor pun menawarkan potensi yang cerah untuk para investor, seperti asuransi dan dana pensiun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved