Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI perumahan Real Estate Indonesia (REI) merespons positif atas keinginan pemerintah yang akan segera menyalurkan insentif prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) seperti pembangunan jalan lingkungan serta saluran air di kompleks rumah bersubsidi yang dibangun pengembang.
“Kami menyambut baik rencana penyaluran insentif PSU tersebut karena ini merupakan salah satu yang kami perjuangkan untuk mendapat subsidi dan dilonggarkan secepatnya,” ungkap Wakil Ketua Umum DPP REI Bambang Eka Jaya kepada Media Indonesia, kemarin.
Dalam kaitan tersebut, Bambang mengingatkan atas ketersendatan program di lapangan. Misalnya, dalam kondisi seperti ini perbankan jadi lebih prudent dan banyak aturan yang menjadi sulit dipenuhi.
Karena itu, menurutnya, dalam kondisi saat ini tidak semua pihak dapat memenuhi standar yang diminta. Ia pun menyarankan perlu ada dispensasi dan pengikatnya dalam bentuk buy back.
“Karena mereka sudah mendapatkan kemudahan, developer harus melakukan pembelian kembali (buy back) terhadap unit rumahnya yang mendapatkan bantuan tersebut jika ada calon pembeli yang wanprestasi. Misalnya, dalam satu tahun pertama,” kata Bambang.
Hal lainnya, menurut dia, yang perlu menjadi perhatian adalah terkait berbagai aturan yang menggunakan sistem daring. Hal tersebut terkadang menjadi penghambat lantaran sistem daring sekarang ini sedang dalam kondisi sangat padat.
“Mungkin perlu didukung dengan sistem jemput bola. Data-datanya bisa diatur sehingga bisa memudahkan semua pihak. Pemerintah mungkin bisa menjemput data langsung dari pengembang dan tidak menunggu. Mengingat kondisi saat ini semua pihak ingin cepat,” ujar Bambang.
Terlepas dari itu, Bambang pun menyambut segala iktikad baik pemerintah untuk membantu menyalurkan segala insentif maupun kemudahan yang akan membantu sektor properti dan membuat semua pihak terkait bersemangat membangun rumah bersubsidi.
Lebih tertarik
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersiap menyalurkan insentif PSU seperti pembangunan jalan lingkungan serta saluran air di kompleks rumah bersubsidi yang dibangun pengembang.
“Kami bersiap membantu pengembang rumah bersubsidi dengan menyalurkan bantuan PSU,” ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Perumahan Kementerian PUPR M Hidayat dalam webinar di Jakarta, Jumat (14/8).
Menurut Hidayat, bantuan PSU itu akan sangat membantu para pengembang perumahan bersubsidi, mengingat sekarang ini perumahan subsidi sangat dibutuhkan masyarakat.
Ia juga berpendapat bila rumah bersubsidi memiliki fasilitas yang baik akan membuat generasi milenial lebih tertarik untuk memiliki aset-aset hunian tersebut.
Bantuan PSU, imbuh M Hidayat, dilaksanakan Ditjen Perumahan untuk memberikan semangat bagi pengembang untuk membangun rumah bersubsidi.
“Para pengembang bisa mengajukan usulan bantuan PSU kepada Kementerian PUPR dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat terlebih dulu,” pungkas Hidayat. (Ant/S-3)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved