Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal ketiga bisa mencatat hasil positif sehingga Indonesia terhindar dari resesi ekonomi. Optimisme itu dilandasi berbagai program bantuan sosial yang sudah dan akan terus berjalan.
Sebagaimana diketahui, sejak tiga bulan lalu, pemerintah telah mulai memberikan bantuan sosial baik berupa sembako, uang tunai, subsidi tarif listrik hingga Kartu Prakerja kepada masyarakat golongan menengah dan bawah.
Baca juga: Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia Masih Rendah
Selain itu, ada pula stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha berupa restrukturisasi kredit dan penambahan modal.
Program-program bantuan tersebut melengkapi berbagai kebijakan reguler yang telah lama dijalankan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan serta Bantuan Pangan Non-Tunai.
Kedepannya, pemerintah masih memiliki beberapa stimulus bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh bantuan.
"Sebentar lagi kita akan keluarkan Bansos produktif. Ini akan diberikan kepada 13 juta UMKM. Ini adalah bantuan modal kerja darurat sebesar Rp2,4 juta," ujar Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8).
Di samping itu, masih ada juga bantuan bagi 15,7 juta pekerja aktif yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
"Insyaallah seminggu dua minggu ini akan keluar," tuturnya.
Semua bantuan tersebut, lanjut Jokowi, diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat terutama yang berada di level menemgah dan bawah.
"Kita harap konsumsi domestik akan naik sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga akan lebih baik dari kuartal kedua," ucap kepala negara.
Selain mengandalkan stimulus, upaya perbaikan pertumbuhan ekonomi bisa dilakukan dengan mendorong belanja pemerintah daerah.
Baca juga: Doni Primanto Joewono Resmi Dilantik Sebagai Deputi Gubernur BI
Dalam hal ini, Jokowi melihat kinerja pemerintah daerah masih sangat lamban dalam merealisasikan anggaran yang tersedia.
"Saya minta para gubernur, bupati, wali kota, segera realisasikan belanja dari APBD. Secara nasional, saya masih lihat APBD itu masih Rp170 triliun di bank. Artinya penggunaannya perlu dipercepat terutama di kuartal ketiga. Kuncinya ada di Juli, Agustus, September supaya kita tidak masuk dalam kategori resesi ekonomi," tandasnya. (OL-6)
Kesepakatan besar ini diresmikan dalam ajang US-Indonesia Business Summit 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufiqurrahman menilai pemerintah gagal mengoptimalkan ruang fiskal di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatkan risiko resesi.
Indonesia dihantui resesi karena pertumbuhan ekonomi yang mengkhawatirkan. Pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 4,87%, terendah sejak triwulan ketiga 2021.
Pengamat meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah resesi, mengingat perkembangan secara triwulanan (q to q) juga tercatat minus 0,98%.
Resesi, Resesi ekonomi: Pelajari penyebab, dampak, dan cara menghadapinya. Panduan lengkap untuk memahami dinamika ekonomi yang penting.
KEBIJAKAN tarif resiprokal yang dikeluarkan Amerika Serikat untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia, mendorong gejolak perekonomian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved