Kamis 06 Agustus 2020, 19:14 WIB

Pembahasan Tripartit RUU Cipta Kerja, Aspirasi Buruh Terserap

Cahya Mulyana | Ekonomi
Pembahasan Tripartit RUU Cipta Kerja, Aspirasi Buruh Terserap

Antara/Aditya Pradana Putra
Pembahasan RUU Cipa kerja di Badan Legislasi DPR

 

TIM Tripartit yang dikoordinasikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan telah usai melakukan pembahasan draf Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja. Hasil pembahasan ini dinilai bisa menjadi rumusan penyempurna draf RUU Cipta Kerja yang akan dibahas oleh DPR.

Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Dito Ariotedjo mengatakan, Tim Tripartit yang dikordinasikan oleh Kemenaker untuk menyelesaikan pembahasan draf RUU Cipta Kerja yang telah berkerja sedemikian rupa patut diberi apresiasi.

"Walaupun masih ada beberapa pasal yang belum menemui kesepakatan antara perwakilan pengusaha dan buruh, namun seluruh masukan yang sudah disusun tentunya akan menjadi rumusan penyempurnaan draf RUU Cipta Kerja yang akan dibahas lagi dalam masa sidang DPR berikutnya," kata Dito, Kamis (6/8).

Dito mengatakan, rumusan penyempurnaan RUU Cipta Kerja tersebut pastinya mempunyai legitimasi karena dirumuskan bersama oleh asosiasi pengusaha, serikat buruh juga pemerintah. Dia berharap, rumusan penyempurnaan ini bisa menguntungkan semua pihak, baik buruh maipun pengusaha.

Baca juga : World Bank : RUU Cipta Kerja Diperlukan untuk Pemulihan Ekonomi

"Nantinya pemerintah akan bisa lebih bijak untuk memilih jalan tengah, agar terjadi win-win solution dan tidak ada yang dirugikan. Proses politik dalam pembahasan di DPR nantinya pun pasti masih akan dipenuhi lobi-lobi baik di dalam maupun dari eksternal asosiasi dan serikat," kata Dito.

Tak hanya mengutamakan buruh dan pengusaha, politikus muda Partai Golkar itu mendorong agar pemerintah dan DPR melakukan penguatan pada sektor-sektor lain seperti UMKM dan Koperasi, startup, serta riset dan inovasi dalam RUU Cipta Kerja. Sebab, menurut Dito, sektor-sektor tersebut juga menyediakan lapangan kerja yang besar bagi rakyat Indonesia.

"UMKM dan Koperasi sebagai penyedia lapangan kerja terbesar, sehingga pasal pasal yang berkaitan dengan UMKM dan koperasi sangat penting untuk diperhatikan. Penguatan di sektor Start Up juga Riset dan Inovasi juga harus dilakukan karena berdampak langsung pada penyediaan lapangan kerja saat terjadi ledakan bonus demografi dalam satu dekade ke depan,"pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

DOK Sinar Mas Land.

NavaPark Raih Greenship Neighborhood Platinum Pertama dari GBCI

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 20:38 WIB
Sertifikasi Greenship Neighborhood menitikberatkan pada sertifikasi untuk kawasan baik yang ingin dirancang maupun yang sudah...
Ist

PT MHU Raih Lima Penghargaan Kaidah Pertambangan dari Kementerian ESDM

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 19:56 WIB
Direktur MHU Achmad Zuhraidi menyampaikan bahwa pihaknya selalu menjadikan kaidah pertambangan yang baik dengan aspek pengelolaan...
Dok. PT Conwood Indonesia

Ikut Jaga Lingkungan, Conwood Luncurkan Inovasi Produk Dekoratif Pengganti Kayu

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 19:55 WIB
Conwood Beyond diproses sehingga menyerupai kayu asli hingga ke serat-seratnya dan cocok sebagai material...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya