Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementerian) terus melakukan sinergi dalam pembangunan pertanian. Salah satunya dengan memantapkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Di Wonogiri, peran Kostratani dioptimalkan dalam panen bawang merah.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, dengan Kostratani, pertanian lebih maju mandiri bahkan lebih modern.
“Masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan, 11 komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara optimal salah satunya ialah bawang merah,” tegas Mentan SYL, Senin (3/8).
Hal tersebut juga ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, yang mengatakan peran Kostratani justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian.
"Kostratani ini ibarat menu lengkap, dari hulu hingga hilir pertanian akan menjadi maju, mandiri dan modern. Apalagi di saat ini Covid 19 dan masa New Normal ini, peran Kostratani ini menjadi meningkat dalam menyediakan stok pangan," tegas Dedi.
Hal ini salah satunya dibuktikan dengan hasil panen bawang merah di beberapa wilayah di Indonesia. Panen bawang merah salah satunya di Desa Jendi, Desa Pule, dan Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang terdiri dari berbagai varietas antara lain varietas Bauji, varietas Bima Brebes, dan Varietas Batu Ijo seluas 5 hektare.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Kawruh Desa Jendi, Wahyudi, menjelaskan pemilihan varietas bawang merah bauji karena memiliki produktivitas tinggi, tahan terhadap serangan hama penyakit.
"Hasil panen per hektare pada musim tanam ini mencapai 11 ton kering panen per hektare dengan harga Rp 30 ribu per kg," ujar Wahyudi.
Wahyudi juga menambahkan di masa New Normal ini, petani diuntungkan dengan hasil panen yang laku dengan harga cukup tinggi.
"Harga bawang merah diperkirakan akan mengalami penurunan setelah panen raya pada musim kemarau. Seiring dengan bertambahnya pasokan untuk menekan harga di pasaran," pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator BPP Dewi Sri Kecamatan Selogiri, Sugito, menyatakan bahwa segenap penyuluh pertanian BPP Dewi Sri akan terus melakukan supervisi dan pengawalan terhadap kegiatan utama Kementerian Pertanian salah satunya ialah mengoptimalkan peran Kostratani.
Kerja sama antara petani dan penyuluh pertanian dalam mengelola usaha tani merupakan wujud dari dukungan terhadap program Kementerian Pertanian untuk menjaga stok bahan pokok.
Menurut Silvia PPL pendamping di Kecamatan Selogiri, hasil panen bawang merah kali ini luar biasa, apalagi saat ini petani dihadapkan dengan Covid 19 yang tak kunjung berakhir. Tapi hal tersebut tidak menghalangi para PPL dan petani untuk berkolaborasi mengejar panen bawang merah.
“Kami juga pastikan, proses panen berlangsung aman sesuai protokol kesehatan yang berlaku di tengah wabah Covid 19. Seperti anjuran untuk menggunakan masker/penutup wajah, menjaga jarak aman minimal 1 meter, saat melakukan aktifitas tanam, dan senantiasa mencuci tangan dengan sabun setiap sebelum dan selesai melaksanakan aktivitas," pungkas Silvia. (OL-09)
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Petani memanen bawang merah saat panen raya akhir tahun di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.
Petani memeriksa instalasi lampu perangkap hama di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.
Selain beras dan minyak, bawang merah juga masuk kategori tiga besar bahan pokok yang sering mengalami inflasi.
Bawang merah juga mengalami penurunan Rp3.833 dari Rp47.667 menjadi Rp43.834/kg. Sementara bawang putih turun Rp1.000 dari Rp34.317 menjadi Rp33.317/kg.
Dari pengamatan di lapangan, cabai hijau bahkan ada yang dijual Rp60.000 per kilogram. Harga cabai saat ini dinilai cukup mahal dan jauh di atas harga keekonomiannya
Harga bawang merah turun dari sebelumnya Rp56.667 per kilogram, turun sebesar Rp12.500 menjadi Rp44.167/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved