Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Wall Street Dibuka Melonjak Dampak Kenaikan Penjualan Ritel

Antara
17/6/2020 05:53
Wall Street Dibuka Melonjak Dampak Kenaikan Penjualan Ritel
Sebuah masker tergantung di pagar depan gedung bursa saham New York, Wall Street. Pembukaan saham naik tajam didongkrak penjualan ritel.( Johannes EISELE / AFP)

SAHAM-saham di Bursa Efek New York Amerika Serikat Wall Street naik tajam saat pembukaan perdagangan Selasa (16/6) pagi waktu setempat atau Rabu (17/6) WIB. Penyebabnya adalah sentimen pasar terangkat oleh rekor kenaikan penjualan ritel di negara itu. Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 821,70 poin atau 3,19 persen menjadi 26.584,70.
  
Indeks SP 500 meningkat 82,89 poin atau 2,70 persen menjadi 3.149,48 dan Indeks Komposit Nasdaq naik 223,79 poin atau 2,30 persen menjadi 9.949,81. Semua 11 sektor utama S&P 500 menguat dengan sektor industri dan energi naik lebih dari 3,5 persen pada perdagangan pagi, melampaui lainnya.
  
Departemen Perdagangan AS melaporkan  penjualan ritel AS melonjak 17,7 persen pada Mei, setelah penurunan 14,7 persen pada April. Angka tersebut melampaui konsensus pasar.
  
"Karena peristiwa baru-baru ini seputar Covid-19, banyak bisnis beroperasi dengan kapasitas terbatas atau telah menghentikan operasi sepenuhnya," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan, ketika mengomentari dampak dari pandemik tersebut.

baca juga: Atasi Defisit, Dorong Pertumbuhan
   
Investor juga mencerna langkah-langkah terbaru bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) untuk mendukung likuiditas pasar di tengah pandemik covid-19. The Fed pada Senin (16/6) mengatakan akan mulai membeli obligasi korporasi individual di bawah Fasilitas Kredit Korporasi Pasar Sekunder. Saham-saham AS membalikkan kerugian sebelumnya menjadi berakhir lebih tinggi pada hari Senin di tengah pengumuman Fed. Reli pasar baru-baru ini mengikuti kemunduran besar di Wall Street minggu lalu yang mendorong rata-rata indeks utama mencatat kinerja mingguan terburuk sejak 20 Maret. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya