Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGARAN yang disediakan pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ditingkatkan menjadi Rp695,2 triliun atau naik Rp18 triliun dari yang dianggarkan sebelumnya yakni Rp677,2 triliun.
Naiknya anggaran untuk pembiayaan koorporasi dan bantuan kepada kementerian lembaga dan pemerintah daerah jadi sebab utamanya.
Adapun rincian anggaran dari program PEN yakni bidang kesehatan Rp87,55 triliun, perlindungan sosial Rp203,9 triliun, dukungan kepada dunia usaha Rp120,61 triliun, dukungan ke UMKM Rp123,46 triliun, pembiayaan koorporasi Rp53,57 triliun serta bantuan kementerian lembaga dan pemerintah daerah Rp106,11 trillun.
Naiknya anggaran tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih baik pada kuartal III dan IV 2020.
"Di kuartal III kita harapkan ada pemulihan atau pengurangan tekanan sehingga masyarakat, UMKM, dunia usaha dan daerah bisa melakukan pemulihan kegiatan ekonominya dan mengurangi penurunan kesejahteraan akibat covid," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTA secara virtual, Selasa (16/6).
Ia mengatakan, mulai awal Juni 2020, bendahara negara melakukan monitoring pelaksanaan program PEN tersebut. Itu ditujukan untuk memastikan program dapat berjalan efektif sehingga pemulihan ekonomi dapat terjadi.
Baca juga: Penerimaan Kontraksi, Defisit APBN Capai Rp179,6 Triliun
Ani sapaan karib Sri Mulyani mengungkapkan, hingga kini implementasi penyaluran dukungan anggaran di bidang kesehatan masih minim. Tercatat, dari anggaran yang disediakan, baru 1,54% yang tersalur. Menurutnya banyak yang perlu diperbaiki pada sektor krusial dalam masa pandemi covid-19 tersebut.
"Saat ini masih perlu untuk diperbaiki baik dari insentif tenaga kesehatan, pelaksanaannya masih mengalami kendala, biaya klaim penanganan pasien juga dari sisi proses verifikasi dan penanganan kasus baik itu BNPB sebagai Gugus Tugas maupun kemenkes dan daerah. Jadi ada gap antara realisasi keuangan dan fisik dengan anggaran yang diberikan maupun pelaksanaannya. Kita berharap ini bisa segera diakselerasikan," jelas Ani.
Pada bidang perlindungan sosial, lanjut dia, telah menunjukkan perbaikan dari penyaluran dari bulan sebelumnya. Namun perosalan data masih tetap menjadi isu utamanya. Tercatat implementasi dari bidang perlindungan sosial telah mencapai 28,63%.
Sementara pada dukungan dunia usaha, telah terlaksana hingga 6,8%. Ani menuturkan, rendahnya progres tersebut utamanya disebabkan wajib pajak yang terkategori layak mendapatkan bantuan justru belum atau tidak mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas pemerintah.
"Kami akan lakukan sosialisasi yang lebih luas bahwa ada fasilitas yang diberikan pemerintah dari sisi beban pajak untuk diringankan," terangnya.
Implementasi yang lambat, Ani bilang, juga terjadi pada dukungan UMKM. Tercatat pelaksanaannya baru 0,06%.
Pemerintah, sebutnya, sedang berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait data dan menyiapkan infrastuktur informasi teknologi agar dukungan tersebut berjalan cepat dan akuntabel.
Kemudian pada bantuan kementerian lembaga dan pemda baru mencapai 3,65%. Itu disebabkan karena masih banyak daerah yang menyesuaikan regulasi terkait penanganan covid-19 dan program padat karya dari kementerian lembaga baru dimulai.
Menyoal tambahan anggaran pada pembiayaan koorporasi dan kementerian lembaga dan pemda, Ani mengatakan, itu merupakan respon atas dinamika yang ada dari dampak covid-19.
Dari penambahan anggaran tersebut diketahui pembiayaan korporasi termasuk perusahaan BUMN berubah menjadi Rp53,57 triliun atau naik Rp9 triliun dari yang dianggarkan sebelumnya sebesar Rp44,57 triliun.(A-2)
Realisasi belanja negara hingga akhir November 2025 masih berada di bawah target yang ditetapkan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ketersediaan dana untuk penanganan bencana setelah melakukan penyisiran anggaran negara yang mencapai Rp60 triliun.
Pakar UGM Zaenur Rohman mengatakan, pemerintah mesti lebih dulu memastikan kelayakan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya sebelum akhirnya dieksekusi.
Sebelumnya pada Senin, Presiden Donald Trump mengatakan kegagalan pemungutan suara lainnya dapat memicu PHK di kalangan pegawai federal.
mendesak agar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dibubarkan karena dianggap tidak memiliki fungsi yang jelas dan manfaat yang dirasakan masyarakat
Anggota DPR RI Rio Alexander Jeremia Dondokambey, mengingatkan pemerintah agar setiap anggaran negara dikelola secara transparan, akuntabel, dan melalui pembahasan bersama DPR.
Hingga 30 September 2025, realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) baru 62,8% dari target. Bahkan, ada tiga K/L besar yang serapannya masih di bawah 50%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menjanjikan penyerapan anggaran kementeriannya bisa mencapai 96% pada akhir tahun.
Serapan anggaran untuk belanja daerah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di semester pertama 2025 baru sekitar 37%.
Peringatan keras ini disampaikan saat membuka kegiatan Laporan Realisasi Belanja Daerah dan Realisasi PAD Triwulan II Tahun 2025 di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (13/8).
SERAPAN anggaran akhir tahun 2023 yang mencapai 100,2% dari alokasi Perpres 75/2023 dinilai tidak menjamin mampu meningkatkan kualitas anggaran. Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi
PEMERINTAH membantah menahan aktivitas belanja untuk mendapatkan angka defisit anggaran yang kecil. Pasalnya realisasi belanja negara justru melampaui alokasi dana APBN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved