Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGELONTORAN stimulus jumbo kepada BUMN harus diawasi agar penggunaannya efektif mendongkrak kinerja perusahaan pelat merah itu serta pemulihan perekonomian nasional.
Demikian disampaikan anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB Marwan Jafar menyoroti stimulus jumbo pemerintah kepada BUMN dalam strategi pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat dampak pandemi Covid-19.
Menurut Marwan stimulus jumbo kepada BUMN tersebut harus diawasi tidak hanya oleh DPR, melainkan oleh kelompok masyarakat sipil dan penegak hukum.
"Jangan sampai pandemi ini terus dijadikan alasan oleh BUMN, kalau tidak APBN kita akan tekor terus, defisit melebar. Intinya kebijakan ekonomi kita harus benar benar pruden. Karena pengalaman selama ini, PMN-PMN itu menguap begitu saja," ujarnya, Selasa (9/6).
Untuk diketahui BUMN mendapatkan stimulus sebesar Rp152,15 triliun yang Rp52,57 triliun di antaranya untuk PEN. Stimulus tersebut berupa kompensasi atau subsidi, bantuan sosial, dana talangan, serta dana penyertaan modal negara (PMN).
Marwan mengingatkan, jangan sampai BUMN-BUMN tersebut berlindung di balik pandemi korona untuk menutupi kinerja buruk keuangan.
Pasalnya, tanpa adanya pandemi, mayoritas BUMN memiliki kinerja buruk dan terus mengalami kerugian.
Berdasarkan data akhir tahun lalu, hanya 15 dari 142 BUMN yang bisa meraup keuntungan.
"BUMN rugi, tapi faktanya sebelum Covid-19, BUMN sudah merugi. Kita menghormati teman-teman di BUMN tapi jangan sampai berlindung di balik pandemi Covid-19. Apalagi BUMN kan katanya dipegang oleh profesional seharusnya tidak menambah beban negara," tandas mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu.
Ketimbang menggelontorkan stimulus jumbi kepada BUMN, Marwan berpendapat sebaiknya pemerintah memperbesar alokasi dana bantuan sosial.
Namun, karena anggaran sudah diketok, alokasi anggaran untuk stimulus terhadap BUMN tersebut sebaiknya diarahkan kepada sektor-sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memiliki prospek dan tahan banting saat pandemi sekarang ini.
Sektor yang memiliki prospek saat ini yakni ruralisasai dengan mendorong industri pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan di pedesaan.
Ruralisasi adalah perpindahan penduduk dari perkotaan yang padat ke pedesaan.
"Cuma mereka produknya harus dibeli oleh Bulog dan BUMN-BUMN lainnya di bidang pangan dan oleh kementerian. Kalau tidak dibeli ya mereka hancur juga," katanya.
Ia menambahkan, stimulus BUMN juga bisa dialokasikan pada industri besar yang menjanjikan. Salah satunya mendorong kawasan industri di Brebes Jawa Tengah sebagai tempat relokasi industri perusahaan Amerika yang saat ini berada di Tiongkok.
Stimulus BUMN juga bisa diarahkan pada investasi di bidang kesehatan. Sehingga Indonesia lebih siap apabila menghadapi bencana nonalam seperti pandemi korona.
'BUMN ini kalau bisa, sebelum (stimulus) ini meluncur lakukan perubahan secara fundamental. BUMN yang terlalu gemuk dilakukan evaluasi nomenklatur, restrukturisasi perusahaan, dan lainnya," tandas Marwan. (OL-8).
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved