Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah saat ini di bawah Rp14 ribu per dollar Amerika Serikat (USD). Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan nilai tersebut masih berpotensi menguat lagi.
"Nilai tukar rupiah, Alhamdulillah sore ini sudah rupiah di bawah Rp14 ribu. Sesuai pengamatan kami, masih undervalue dan masih berpotensi menguat kedepannya," kata Perry saat telekonferensi, Jumat (5/6).
Nilai tukar rupiah untuk saat ini pukul 15.43 berada di angka Rp13.998 per USD. Menurut Perry menguatnya nilai rupiah saat ini disebabkan berbagai faktor.
"Faktor yang mempengaruhi antara lain perhitungan inflasi kita rendah, perbedaan subung (suku bunga) tinggi luar dan dalam (negeri) dan premi risiko," ujar Perry.
Inflasi yang masih rendah bisa dilihat pada bulan Mei 2020 jika dibandingkan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri inflasi sebesar 2,19% yoy.
"Kami bisa sampaikan berdasarkan SPH (survei pemantauan harga) minggu I Juni jika dilihat inflasi berada di posisi 0,04% mtm dan 1,81 yoy artinya itu juga lebih rendah dari bulan lalu," ungkapnya.
Faktor selanjutnya terkait suku bunga tinggi dari luar dan dalam negeri. Suku bunga SBN 10 tahun yaitu 7,06. Sementara U.S Treasury Bond 10 tahun berada diangka 0,8%.
"Bedanya 6,2 % itu tinggi. Sebagai salah satu hasil investasi aset keuangan Indonesia masih tinggi itu indikator salah satunya," ucapnya.
Dan terakhir premi resiko atau credit default swap (CDS) sudah mulai menunujukkan penurunan saat ini di posisi 126 yang sebelumnya tertinggi 245.
Perry mengatakan jika dibanding dengan tingkat sebelum wabah covid masih cukup tinggi karena angkanya sekitar 66-68. Sehingga premi resiko pasca covid akan lebih rendah dari 126.
"Dengan premi risiko lebih rendah itu akan dukung rupiah menguat. Jadi potensi itu ada," pungkas Perry. (OL-4)
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swis, Kamis (22/1).
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Meskipun ada penurunan harian, secara mingguan tren harga emas masih menunjukkan penguatan signifikan akibat tensi geopolitik global yang belum mereda.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved