Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI Covid-19 berdampak hampir ke segala sektor kehidupan. Karena Pandemi, banyak pelaku usaha terpukul, tutup dan merugi. Namun, selalu ada harapan di tengah pandemi.
Agung Hari Prabowo founder Platinoom mengatakan, saat ini pelaku usaha dituntut jeli dalam melihat peluang dan memaksa diri untuk belajar digital marketing dengan serius.
Menurut pria yang menekuni bidang digital marketing sejak tahun 2006 ini, terlebih dengan ditambah aturan social dan physical distancing tentu ini akan menjadi “the new normal” dalam masyarakat. "Nah, disinilah kita dituntut untuk beradaptasi dengan cepat atau mati," ucap Agung dalam keterangannya, Kamis (14/05).
Jika mengacu data dari Google, ada kenaikkan pembelanjaan online di masa pandemi, terlihat spike terjadi di bulan Maret ini. Artinya orang yang tadinya tidak nyaman belanja online sekarang mulai “membiasakan” untuk berbelanja online.
“Makanya tidak heran di saat bisnis lainnya drop, justru bisnis yang lain malah naik dan ini dirasakan juga oleh kami sebagai pelaku usaha,” ujarnya.
Agung menjelaskan, sekarang belajar online digital marketing itu sudah enak, banyak tutorial gratis bertebaran di platform Youtube. "Berbeda dengan ketika awal saya belajar digital marketing yang benar-benar minim informasi. Beruntung orang-orang yang belajar digital marketing saat ini, sebab banyak kemudahan,” ungkapnya.
Baca Juga: Sambut Lebaran, Bank Mandiri Siagakan 121 Cabang
Lalu, bagaimana cara Agung membawa pengunjung ke website yang menjual produknya? "Sekarang mudah, bisa menggunakan layanan paid traffic seperti Facebook Ads," terangnya.
Alasannya sederhana, hal ini bisa lebih menjangkau seluruh customer yang ada di Indonesia bahkan di dunia. “Intinya, kita yang tawarkan produknya dan kita yang jemput bola,” jawabnya.
Dirinya menegaskan, prospek pasar online ke depan akan sangat crowded karena banyak yang berpindah haluan pemasaran dari offline ke online. "Jadi ini peluang yang bisa dimanfaatkan secara maksimal," pungkas Agung. (OL-13)
Baca Juga: Jagung Tigo Nagari jadi Konsumsi Pangan Lokal Pasaman
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
SASE dapat dianalogikan sebagai “penjaga pintu digital” perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved