Selasa 05 Mei 2020, 08:04 WIB

Emas Kembali Naik, Investor Cari Aset Aman

Antara | Ekonomi
Emas Kembali Naik, Investor Cari Aset Aman

ANTARA
Harga emas naik imbas ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok atas wabah covid-19 memicu kekhawatiran akan perang dagang baru.

 

HARGA emas naik pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang keuntungan akhir pekan lalu, karena ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok atas wabah covid-19 memicu kekhawatiran akan perang dagang baru dan mendorong investor mencari aset-aset safe havens.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik US$12,4 atau 0,73%, menjadi ditutup pada US$1.713,3 per ounce.

Emas berjangka menguat US$6,7 atau 0,4%, menjadi menetap di US$1.700,9 pada perdagangan Jumat (1/5), setelah jatuh US$19,2 atau 1,12% menjadi US$1.694,2, sehari sebelumnya

"Ada pelarian ke tempat yang aman karena ekuitas terlihat lemah sehingga tidak diketahui bagaimana ini akan terjadi," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures. 

"Mungkin akan ada banyak masalah yang muncul selama beberapa bulan ke depan dengan Tiongkok, dan seluruh dunia karena virus ini."

Pasar saham global jatuh karena kekhawatiran pertengkaran AS-Tiongkok tentang asal-usul wabah virus korona akan memicu perang perdagangan baru. Inggris mengatakan pada Senin (4/5) bahwa Tiongkok memiliki pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab atas informasi yang dibagikan tentang wabah tersebut.

Baca juga: Perppu I/2020 jadi Bantalan Pemerintah Hadapi Pandemi

Menteri luar negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada Minggu (3/5) ada bukti penyakit muncul dari laboratorium Tiongkok, tetapi tidak membantah kesimpulan badan intelijen AS bahwa itu bukan buatan manusia.

"Mengingat stabilitas relatif dari kasus global covid-19 di seluruh dunia dan pembukaan kembali ekonomi secara bertahap, emas membutuhkan dorongan baru untuk reli lebih tinggi," kata OCBC Bank dalam sebuah catatan.

"Permusuhan perdagangan AS-Tiongkok yang dihidupkan kembali mungkin terbukti menjadi katalisator, tetapi jika itu tidak terwujud, kami melihatnya tantangan bagi emas untuk reli dari sini."

Aset aman emas telah meningkat 12% tahun ini didorong langkah-langkah stimulus besar-besaran yang dikeluarkan oleh bank-bank sentral global untuk meringankan pukulan ekonomi dari pandemi.

Dalam bukti terbaru dari korban ekonomi, sebuah laporan menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang buatan AS turun lebih besar dari yang diperkirakan pada Maret dan bisa tenggelam lebih jauh.

Mengurangi kekhawatiran tentang rantai pasokan emas batangan global yang tegang, yang membantu mendorong harga di New York dan London lebih jauh daripada beberapa dasawarsa terakhir, dua penyuling emas terbesar dunia, Valcambi dan Argor-Heraeus, mengatakan mereka memulihkan operasi penuh.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 14,2 sen atau 0,95%, menjadi ditutup pada US$14,796 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$4,6 atau 0,59 persen, menjadi menetap pada US$778,5 per ounce. (A-2)

Baca Juga

Dok.PGE

RI Berpotensi Jadi Pusat Industri Panas Bumi Skala Global, Butuh Usaha Bersama

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 09:56 WIB
Perlu ada akselerasi ekstra dari  dari pemerintah selaku regulator, tidak hanya mengandalkan pelaku...
MI/Ardi.

Penghargaan IRRI sebagai Penyemangat Pertanian Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 09:47 WIB
Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) menilai penghargaan yang diberikan International Rice Research Institute (IRRI)...
Ist

Rekind Telah Mencapai Milestone Gas-In di Proyek JTB

👤mediaindoenesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 08:55 WIB
Rekind, anak perusahaan Pupuk Indonesia Holding Company, mendapatkan sertifkat RHIC (Ready for Hydrocarbon In...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya