Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANALIS Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada menilai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan kesulitan membayar seutuhnya utang sukuk global yang jatuh tempo 3 Juni mendatang.
Ia memprediksi uang yang ada dalam kas Garuda akan lebih digunakan untuk kegiatan operasional dibandingkan dengan membayar utang dengan sukuk sukuk global dengan nilai penerbitan US$ 496,84 juta.
"Kalau pun ada kas perusahaan, saya yakin itu akan digunakan terlebih dahulu untuk opersional," kata Reza, Minggu (3/6)
Dampaknya, Garuda akan dibayangi oleh gagal bayar yang justru bisa menurunkan image perusahaan.
"Label gagal bayar kan asumsinya perusahaan sudah enggak ada aset lagi untuk melakukan pembayaran, meskipun mungkin kenyataannya tidak ya. Tapi kalau terjadi akan mengurangi kepercayaan publik," ujarnya.
Reza menyarankan, pemegang saham dalam hal ini pemerintah dan CT Group bis membantu dengan cara dengan melobi pihak kreditur atau pemegang obligasi. "Paling tidak untuk sekarang ini pemerintah dan CT bisa melakukan negosiasi untuk melakukan returiasasi. Kalau enggak, akan berimbas pada pemegang saham lainnya," tambah Reza.
Reza tidak menyarankan Garuda untuk meminta pendanaan lain karena bisa berbalik memberatkan Garuda dikemudian hari lantaran.
"Kalau dari cari pendanaan lain malah istilahnya jadi gali lobang tutup lobang,itu yang dikhawatirkan," tegasnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan kondisi yang dialami Garuda terbilang wajar karena pandemi covid-19 turut serta menghantam keuangan perusahaan.
"Ya,ini salah satu juga terdampak karena covid-19, apalagi ada penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), hingga marketnya pun berkurang drastis," kata Tauhid kepada Media Indonesia, Minggu (3/5).
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per akhir September 2019, Garuda tercatat memiliki utang jatuh tempo pada 3 Juni 2020 berupa sukuk global dengan nilai penerbitan US$ 496,84 juta. Sementara total kewajiban (termasuk utang) Garuda mencapai US$ 3,51 miliar, yang mana kewajiban jangka pendek tercatat senilai US$ 2,87 miliar.
Namun ia menilai jika pada bulan depan Garuda gagal bayar , berarti kondisinya memang sudah buruk. "Artinya garuda tidak mampu membayar kewajiban-kewajibannya. Nah bisa jadi maskapai lain pun memiliki masalah juga," ujar Tauhid.
Berdasarkan informasi, direksi Garuda menempuh cara renegosiasi dengan pemegang SUKUK dan menunjuk PJT Partners sebagai penasihat negosiasinya. Manajemen Garuda dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR mengatakan pihaknya sedang mencari cara guna bisa menuntaskan permasalahan utang sukuk global ini. (E-1)
Berdasarkan data Bappenas, kebutuhan investasi infrastruktur nasional mencapai lebih dari Rp6.000 triliun, namun baru sekitar 40% yang bisa dibiayai lewat APBN dan APBD.
Pencatatan sukuk ini merupakan hasil dari konsistensi dan komitmen bank dalam menjawab tantangan industri perbankan syariah yang semakin kompetitif dan dinamis.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi.
Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk penguatan struktur permodalan dan ekspansi pembiayaan berbasis akad murabahah kepada nasabah pada segmen produktif dan konsumtif.
Perusahaan juga mencatat peningkatan signifikan dalam total nilai penjaminan emisi obligasi dan sukuk sebesar Rp14,6 triliun pada 2024.
Pasar obligasi Indonesia dipandang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Sejumlah sektor pun menawarkan potensi yang cerah untuk para investor, seperti asuransi dan dana pensiun.
Kasus yang awalnya terlihat sebagai persoalan kecil, yakni penagihan oleh "mata elang" kepada kelompok tertentu, kemudian berkembang menjadi konflik kekerasan
AMERIKA Serikat (AS) menjadi penerima terbesar aktivitas kredit resmi Tiongkok di seluruh dunia, demikian menurut sebuah studi baru yang menelusuri arus pembiayaan Beijing.
TIONGKOK mengalihkan fokus pendanaan globalnya, dengan lebih dari tiga perempat kredit atau utang ke negara-negara barat berpendapatan menengah atas dan tinggi misalnya Amerika Serikat.
AMERIKA Serikat (AS) tercatat sebagai negara dengan jumlah pinjaman terbesar dari Tiongkok dalam dua dekade terakhir
Prabowo meminta semua pihak ambil andil dan bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada publik dengan baik.
pemda dan Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN) dapat mendukung program pemerintah pusat dengan mekanisme pinjaman atau utang oleh pemerintah pusat menggunakan APBN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved