Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutifi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menuturkan, sebelum anggaran pemulihan ekonomi sebesar Rp150 triliun dicairkan, pemerintah perlu menetapkan sasaran penerima stimulus. Pencocokkan data penerima stimulus amat penting guna memastikan niat baik pemerintah itu berjalan efektif dan optimal.
"Sasarannya dulu ditetapkan, karena memang UMKM itu ada sektar 26 juta berdasarkan sensus ekonominya BPS, tapi kalau dari Kemenkop ada 60 juta di antara itu baru 4,28 juta nasabah yang terdata sebagai penerima KUR mikro," ujar Tauhid saat dihubungi, Senin (20/4).
Ia menambahkan, pemberian bantuan subsidi bunga bagi KUR Mikro menjadi bagian penting yang perlu diterapkan dalam penyaluran bantuan senilai Rp150 triliun tesebut. Dengan kata lain, pemerintah perlu menanggung beban UMKM tersebut.
Sektor lain yang terdampak seperti restoran, hotel, industri kecil dan lainnya yang terdampak menurut Tauhid, juga perlu dijadikan prioritas pemerintah dalam rangka memulihkan perekonomian nasional.
"Selain itu juga nasabah Ultramikro, itu ada sekitar 1.985 pelaku nasabah ultramikro yang saya kira perlu bantuan subsidi bunga. Jadi pemberian bantuan subsidi ini juga paling tidak mengurangi beban mereka ketika mereka tidak bisa membayar tingkat bunga," terang Tauhid.
Selain subsidi KUR dan bunga di level UMKM, pemerintah juga perlu mempertimbangkan untuk memberikan pembiayaan yang bersifat recovery (pemulihan). Pun demikian pendekatan restrukturisasi kredit yang sebelumnya diuncurkan pemerintah juga perlu diterapkan pada level UMKM.
Baca juga : Anggaran Stimulus Rp405,1 Triliun Diragukan Mencukupi
Hal lainnya ialah pemerintah dirasa perlu menjamin keberlangsungan UMKM yang menyerap banyak tenaga kerja. Apalagi di tengah pandemi covid-19, UMKM dengan tenaga kerja yang banyak akan memiliki beban lantaran menurunnya permintaan dan di lain sisi banyak pekerja yang perlu dipenuhi kewajibannya oleh pelaku usaha.
"Menurut saya juga perlu dijadikan prioritas untuk mengurangi PHK di level UMKM. Kalau tidak dibantu nanti akan berpengaruh pada kapasitas produksi yang optimal, karena sekarang menurun drastis dan tetap harus membayar pekerja. Jadi mungkin bisa diberikan skema pinjaman dengan rentang waktu lama. Itu semua bisa diberikan pemerintah kepada UMKM yang hanya terdampak covid," pungkas Tauhid.
Dihubungi terpisah, peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy menyebutkan, pembentukkan data terpadu terkait UMKM penerima bantuan perlu dipastikan. Itu bisa dilakukan dengan penyelarasan dari berbagai sumber pemilik data.
"Saya kira data ini perlu mengkombinasikan data UMKM dari Kemenkop UMKM dan juga data terpadu kesehjahteraan sosial milik Kemenkos, disamping itu data juga bisa digabungkan dengan data UMKM pengguna platfotm digital seperti Tokopedia, bukalapak dan lainnya," terang Yusuf.
Tujuannya ialah agar pemerintah memiliki data yang komperehensif dan tepat sasaran. Setelah data itu rampung, kata Yusuf, pemerintah dapat memberikan bantuan dengan berbagai skema seperti subsidi listrik dan BBM kepada UMKM, subsidi bahan baku dan peluasan akses pembiayaan agar cash flow UMKM tetap berada dalam kondisi yang baik.
"Sebelumnya OJK sudah memberikan relaksasi penundaan untuk kredit UMKM, kali ini lebih kepada akses pembiayaan dengan mengandeng lembaga non-bank misalnya platform pembiayaan online dan atau koperasi di daerah-daerah tertentu. Tentunya dengan melihat trackrecord lembaga-lembaga tersebut," pungkas Yusuf.
Diketahui Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan, anggaran senilai Rp150 triliun untuk pemulihan ekonomi akan ditujukan pada kelas menengah dan UMKM. Itu karena jumlah UMKM di Indonesia terhitung banyak dan kerap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional di kala krisis melanda. (OL-7)
100 mahasiswa lintas program studi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang bakal diterjunkan ke 38 desa pada pertengahan 2026 untuk mengikuti program BSI Explore 2026.
Ibu Irma, nasabah PNM Mekaar di Ciparay, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk produktif.
Program revitalisasi sekolah tak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menyerap 238 ribu tenaga kerja dan menggerakkan 58 ribu UMKM di daerah.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat ekosistem industri halal di wilayah tersebut guna meningkatkan daya saing global industri dan UMKM.
PENELITI Indef mengatakan, kebijakan work from home (WFH) berpotensi membantu efisiensi anggaran pemerintah dan perusahaan, tetapi berisiko menghambat perekonomian.
SEKRETARIAT Wakil Presiden (Setwapres) mendorong adanya standarisasi indikator "naik kelas" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh perempuan.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved