Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui hingga saat ini masih ada keterbatasan yang dihadapi dalam penanganan pandemi Covid-19, seperti kurangnya reagen untuk ekstraksi RNA.
Implikasinya keterbatasan ini menghambat kecepatan dalam melakukan test Covid-19 berbasis Polimerase Chain Reaction (PCR).
Menurut Luhut, masalah kurangnya reagen untuk ekstrasi RNA terjadi tidak hanya di Indonesia, namun juga negara-negara lain. Menurut Luhut, hal ini menjadi perhatian tersendiri karena akan berpengaruh dengan kebijakan yang dibuat pemerintah.
“Dalam pekan depan, kita akan mendatangkan reagen ekstraksi RNA secara manual untuk 50 ribu test dan tambahan 50 ribu test secara gradual untuk reagen ekstraksi RNA secara automatis. Jadi total 100 ribu test. Begitu datang akan kita distribusikan langsung kepada lab-lab yang membutuhkan,” ujarnya melalui keterangan resminya pada Media Indonesia, Kamis (16/4).
Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 Tinggi, Ahli Epidemiologi: Masalah Data
Dengan peningkatan kapasitas testing, maka strategi penanganan pandemi Covid19 ini akan lebih baik, tracing bisa dilakukan dan orang-orang yang terkena Covid-19 mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Baik berupa isolasi atau dirawat di rumah sakit. Dengan begitu, jumlah korban bisa ditekan.
Ia menjelaskan, jika melihat data per 15 April, rasio jumlah yang sembuh dibandingkan total jumlah yang positif adalah 8,7%, sementara rasio yang meninggal sedikit lebih tinggi di 9,1%. Angka ini jauh mengalami perbaikan dibandingkan data per 1 April saat rasio yang sembuh hanya 6,1% dan yang meninggal sebesar 9,4%.
"Ini menunjukkan upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam penanganan Covid19 ini mulai menunjukkan hasil. Pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya ekstra agar pandemi Covid-19 ini bisa segera diatasi. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan stress karena itu justru akan menurunkan imunitas tubuh,” tutupnya. (A-2)
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved