Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Tenang, ​​​​​​​Kondisi Pangan Aman sampai Agustus 2020

M. Ilham Ramadhan Avisena
14/4/2020 13:11
Tenang, ​​​​​​​Kondisi Pangan Aman sampai Agustus 2020
Sejumlah petani memasukan gabah ke dalam karung usai dipanen di Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (13/4).(ANTARA/JOJON)

KEPALA Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menuturkan, kondisi pangan dan komoditas pokok dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Agustus 2020.

Produk komoditas seperti beras, cabai dan bawang merah juga disebutnya dalam kondisi yang aman.

"Kemudian untuk gula sudah ada kebijakan pemerintah, termasuk importasinya, kemudian pengalihan rafinasi menjadi gula kristal putih. Ini sudah dikeluarkan kebijakannya dan produsen sudah mulai memproduksi serta mendistribusikan. Bawang putih juga sudah mulai masuk," ujar Agung saat dihubungi, Selasa (14/4).

"Kemudian daging baru saja kita vicon (video conference) dengan kepala dinas peternakan seluruh Indonesia, tiap provinsi itu aman. Sampai Agustus kita masih aman, asal kita terus memberi semangat pada petani kita untuk produksi. Kalau sampai Ramadan dan Idu fitri di Mei aman lah," tambahnya.

Menurutnya, hal yang saat ini sedang difokuskan oleh pemerintah ialah terkait penyaluran barang pangan tersebut kepada masyarakat. Apalagi di tengah pandemi covid-19 yang memaksa masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar rumah.

Distribusi diakui Agung agak terhambat karena pandemi tersebut. Tapi pemerintah telah membuat solusi agar ketersediaan stok pangan dapat didistribusikan kepada masyarakat.

Salah satunya ialah menggandeng berbagai start up dan delivery system untuk menjamin distribusi lancar dan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi.

"Kita kerja sama dengan start up yang ada dan dengan delivery system yang ada. Di start up misalnya, kita bekerja sama dengan sayur box, kemudian delivery system kita kerja sama dengan gojek dan lainnya. Jadi order online bisa kit layani," imbuhnya.

"Kita juga minta mitra ini membuka gerai dengan volume yang lebih banyak, antaran ke rumah juga diminta untuk dikerja sama kan dengan delivery system yang ada," sambung Agung.

Ia menambahkan, yang dikhawatirkan oleh Presiden Joko Widodo ialah soal produksi selanjutnya setelah masa panen berakhir. Menurut Agung, hal itu sedang diupayakan oleh pemerintah agar petani tetap terus berproduksi.

Baca juga: Mentan SYL Buktikan Panen Sedang Berlangsung di Seluruh Indonesia

Di samping itu, berbagai stimulus yang diberikan pemerintah kepada petani juga diharapkan mampu mendorong produktivitas meski di tengah pandemi covid-19. Penyaluran benih dan pupuk kepada petani misalnya, kata Agung hal itu harus tetap berjalan dan tidak boleh terlambat.

"Kita percepat bantuan kita seperti benih, pupuk, itu tidak boleh terlambat. Kita juga permudah dengan pemodelan KUR. Kemudian kita selalu berkomunikasi dengan mereka agar tidak merasa sendirian, pemerintah hadir untuk petani," terangnya.

Berdasarkan data kementerian pertanian, perkiraan ketersediaan beras untuk bulan April hingga Mei mencapai 15.958.582 ton, sedangkan kebutuhannya diperkirakan mencapai 7.607.789 ton. Itu berarti diperkirakan akan terjadi surplus beras hingga 8.350.793 ton.

Sementara ketersediaan jagung diperkirakan mencapai 10.283.690 ton pada April hingga Mei 2020 dan kebutuhannya diperkirakan sebesar 5.956.146 ton. Dengan begitu diperkirakan akan ada surplus jagung hingga 4.327.544 ton.

Ketersediaan bawang merah diperkirakan mencapai 587.780 ton dengan kebutuhan diperkirakan sebanyak 347.387 ton. Dengan begitu bawang merah diperkirakan surplus 240.393 ton.

Untuk bawang putih, ketersediaannya di April hingga Mei 2020 diperkirakan mencapai 414.543 ton dan kebutuhannya sebesar 150.692 ton. Dengan demikian, bawang putih diperkirakan surplus hingga 263.851 ton.

Komoditas lainnya juga diperkirakan mengalami surplus, cabai besar surplus 33.551 ton; cabai rawit surplus 68.904 ton; daging sapi/kerbau surplus 62.850 ton; daging ayam ras surplus 204.632 ton; telur ayam ras surplus 24.906 ton; gula pasir surplus 584.709 ton dan minyak goreng surplus 12.861.142 ton. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya