Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Indonesia berhasil menerbitkan tiga Surat Berharga Negara (SBN) di pasar global dengan total nilai yang berhasil diperoleh mencapai US$4,3 miliar atau sekitar Rp69 triliun (kurs Rp16.125).
Tiga SBN itu memiliki seri RI1030, RI1050 dan RI0470 sebagai seri teranyar yang dilelang.
Pada seri RI1030 pemerintah mendapatkan dana sebesar US$1,65 miliar dengan yield 3,9% dan jatuh tempo pada 15 Oktober 2030. Di seri RI1050 pemerintah mendapatkan dana sebesar US$1,65 miliar dengan yield 4,25% dan jatuh tempo pada 15 Oktober 2050. Di seri RI0470 dana yang diterima sebesar US$1 miliar dengan yield 4,5% dan tenornya 50 tahun.
"Kami menerbitkan ini untuk menjaga pembiayaan secara aman dan sekaligus juga menambah cadangan devisa bagi Bank Indonesia. Pemanfaatan dari penerbitan ini sangat positif, di tengah turbulensi dari pasar global. Ini adalah penerbitan terbesar di dalam sejarah penerbitan USD Bonds Indonesia," tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui video conference, Selasa (7/4).
Ia menambahkan, tenor 50 tahun pada SBN seri RI0470 merupakan capaian positif yang dilakukan pemerintah Indonesia. Pasalnya sejak covid-19 ditetapkan sebagai pandemi, di level Asia, baru Indonesia yang mampu menerbitkan bond dengan tenor terlama.
Selain itu, berhasilnya lelang tiga SBN di pasar global itu disebut sebagai cerminan dari kepercayaan investor global pada pemerintah Indonesia.
"Ini secara implisit menunjukkan kepercayaan investor terhadap track record dari kondisi ekonomi dan pengelolaan keuangan negara," jelas perempuan yang karib disapa Ani itu.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan, pemerintah menyasar tenor 50 tahun karena melihat preferensi dari investor global pada tenor jangka panjang. Dengan begitu Indonesia dapat mendapatkan dana yang diinginkan dengan tingkat bunga rendah.
Penerbitan tiga bond itu, kata Ani, merupakan strategi bendahara negara untuk mengombinasikan surat utang negara domestik yang berdenominasi rupiah dengan denominasi valas. Sebab, tenor dari SUN domestik acap kali hanya memiliki tenor jangka pendek dikisaran 5 tahunan.
Dengan kata lain, terbitnya SBN yang memiliki jatuh tempo 50 tahun itu dapat mendongkrak kurva tenor jangka menengah panjang yang cenderung flat.
"Tentu kita menggunakan tenor 50 dalam rangka untuk meng-capitalize kurva tenor jangka panjang yang cenderung flat. Ini artinya perubahan dari yield di tenor jangka panjang itu tidak terlalu besar. Sehingga dia menyebabkan biaya menjadi tidak terlalu meningkat," imbuh Ani.
"Jadi kondisi saat ini yang sangat very volatile, kita mampu mendapatkan pricing yang lebih rendah. Ini adalah sesuatu yang cukup positif. Bahkan penerbitan tenor 50 tahun ini lebih rendah dibanding tenor 10 tahun yang diterbitkan pada 2018," sambungnya.
Penerbitan bond global tersebut merupakan bagian dari respon pemerintah Indonesia dalam mengangani dan mengatasi dampak ekonomi dari pandemi covid-19. Instrumen tersebut juga dinilai sebagai instrumen paling aman dan memiliki risiko paling kecil untuk mendompleng pembiayaan pemerintah.
Pasalnya karena pandemi tersebut, Ani merombak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penerimaan negara diperkirakan akan turun 10% atau hanya 78,9% setara Rp1.760 triliun dari target awal yang dipatok dalam APBN sebesar Rp2.233,2 triliun.
Sedangkan belanja negara meningkat menjadi Rp2.613,8 dari sebelumnya sebesar Rp2.504,4 triliun. Naiknya anggaran belanja itu karena pemerintah tengah memfokuskan untuk penanganan covid-19.
Alhasil defisit APBN 2020 melebar menjadi Rp853 triliun atau 5,07% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bengkaknya defisit tersebut merupakan dampak beruntun dari pandemi covid-19 di Indonesia.
"Kita akan terus menjaga APBN secara hati-hati, kami berkomitmen untuk menempatkan APBN sebagai instrumen pemerintah untuk melindungi masyarakat Indonesia dan ekonomi," pungkas Ani. (E-1)
Realisasi belanja negara hingga akhir November 2025 masih berada di bawah target yang ditetapkan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ketersediaan dana untuk penanganan bencana setelah melakukan penyisiran anggaran negara yang mencapai Rp60 triliun.
Pakar UGM Zaenur Rohman mengatakan, pemerintah mesti lebih dulu memastikan kelayakan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya sebelum akhirnya dieksekusi.
Sebelumnya pada Senin, Presiden Donald Trump mengatakan kegagalan pemungutan suara lainnya dapat memicu PHK di kalangan pegawai federal.
mendesak agar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dibubarkan karena dianggap tidak memiliki fungsi yang jelas dan manfaat yang dirasakan masyarakat
Anggota DPR RI Rio Alexander Jeremia Dondokambey, mengingatkan pemerintah agar setiap anggaran negara dikelola secara transparan, akuntabel, dan melalui pembahasan bersama DPR.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved