Senin 30 Maret 2020, 22:29 WIB

Pandemi Covid-19 Buka Peluang Bisnis Trading Emas dan Forex

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pandemi Covid-19 Buka Peluang Bisnis Trading Emas dan Forex

ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Bisnis trading emas adalah alternatif investasi yang bisa dikerjakan dari rumah dengan menggunakan gadget dan koneksi internet.

 

PANDEMI virus korona atau Covid-19 telah berdampak pada kegiatan bisnis. Terlebih lagi, untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19, sejumlah kota di Indonesia telah menerapkan lockdown terbatas.

Masyarakat juga diminta menerapkan social distancing dan menghindari kerumunan. Tak hanya itu, masyarakat dianjurkan work from home dan stay at home. Dengan kondisi tersebut, banyak berpikir bagaimana bisa menjalankan bisnis yang dilakukan dari rumah.

Ternyata salah satu solusinya di tengah pandemi Covid-19 dengan melirik bisnis trading emas dan foreign exchange atau valuta asing. Bisnis trading emas adalah alternatif investasi yang bisa dikerjakan dari rumah dengan menggunakan gadget dan koneksi internet.

CEO Didimax, Yadi Supriyadi, mengatakan telah banyak orang yang menjadi trader atau investor yang meraup untung. “Banyak trader dan investor di Didimax klaim meraup untung lebih dari 20% dalam sehari. Hal ini dikarenalan peluang return di trading sangat besar,” jelasnya.  

Yadi menjelaskan Didimax menyediakan layanan edukasi kepada para nasabahnya sehingga bisa menghasilkan return yang  maksimal.

 “Dalam forex trading adalah pelaku bisnis memperdagangkan (jual dan beli) produk keuangan, dalam hal ini menggunakan forex (mata uang), komoditi (emas) berdasarkan harga yang berlaku di pasar saat transaksi berlangsung,” jelas Yadi.

Sementara itu, Cenli Yani, selaku Chief Analyst Didimax mengatakan Didimax selaku pusat edukasi trading forex di Indonesia tetap berkomitmen memberikan edukasi agar masyarakat tidak lagi tertipu dengan investasi bodong atau semacamnya. 

Menurut Cenli, seiring meningkatnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang trading forex  juga membuat nasabah Didimax meningkat.

“Pada awal tahun ini, jumlah volume trading di startup tersebut sudah mencapai  100.000 lot per bulan dengan produk lebih dari 26 instrumen forex termasuk emas dan lainnya,” jelasnya.

Cenli juga mengatakan serangan virus korona membuat orang-orang terpaksa bekerja dari rumah. “Kini orang-orang mulai memikirkan investasi baru dengan pengembalian yang cepat. Salah satunya, melalui trading emas dan forex,” tuturnya.

Saat ini dinilai waktu yang tepat untuk memulai bisnis trading forex karena bisnis ini tidak terkena dampak dari virus korona.  Sejak awal memang bisnis trading forex bisa dikerjakan dari mana saja dan kapan pun selama 24 jam sehari dari Senin hingga Jumat.  (RO/OL-09)

Baca Juga

DOK/CITI INDONESIA

Citi Indonesia Latih 300 Wirausahawan Pemula dari Tiga Kota

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:15 WIB
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam manajemen bisnis, pengelolaan keuangan personal dan...
DOK Pribadi.

Mau Buka Bisnis Minuman Kekinian? Begini Caranya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 21:50 WIB
Berdasarkan tingginya minat konsumen terhadap banyaknya minuman kekinian yang tersebar di pasaran saat ini, bisnis ini pun menjadi salah...
Antara

ESDM: 71 Perusahaan belum Penuhi Kewajiban DMO ke PLN

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 21:44 WIB
Pemerintah akan segera memblokir fitur ekspor dalam aplikasi MOMS, bagi perusahaan pertambangan batu bara yang tidak memberikan penjelasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya