Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak memaksakan defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah mewabahnya COVID-19.
“Saat ini kita tidak meng-constraint-kan diri kita apakah hanya di bawah 3% sesuai dengan Undang-Undang,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/3).
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara disebutkan bahwa defisit anggaran dibatasi maksimal 3% dari produk domestik bruto (PDB).
Sri Mulyani menyatakan kebijakan tersebut diambil sebagai upaya dalam menjaga keselamatan dan kesehatan rakyat serta mengurangi risiko terkecil bagi dunia usaha dari kebangkrutan akibat pandemi COVID-19.
“Fokus kami rakyat, kesehatan terjaga atau terselamatkan dan mengurangi sekecil mungkin risiko bagi masyarakat dan dunia usaha dari kemungkinan terjadi kebangkrutan,” ujarnya.
Menurut dia, pandemi COVID-19 masih akan berlangsung dalam kurun waktu tiga hingga enam bulan sehingga pihaknya terus mengkaji berbagai opsi kebijakan untuk mengatasi dampak virus corona.
“Semua policy difokuskan untuk tiga sampai enam bulan tapi kami berharap tidak lebih dari enam bulan persoalan terkait COVID-19 sehingga bisa mulai masuk ke fase recovery,” katanya.
Sri Mulyani memastikan pemerintah akan tetap bertanggung jawab dan bijaksana dalam merespon situasi yang penuh tekanan meski nantinya defisit anggaran bisa mencapai di atas tiga persen.
“Kita tetap melakukan dalam koridor untuk bisa merespon situasi ini termasuk merelaksasikan defisitnya bahkan bisa di atas tiga persen namun tetap bertanggung jawab dan prudent,” tegasnya.
Sri Mulyani menjelaskan pihaknya kini sedang mengidentifikasi seluruh perubahan sehingga bisa mengakomodasi kebutuhan yang bersifat darurat baik di bidang kesehatan maupun social safety net.
“Terkait social safety net apakah kita akan menanggung kebutuhan masyarakat yang di luar PKH, bagaimana memberikannya, bagaimana caranya. Ini harus dicover dalam belanja kita,” ujarnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengkaji kebutuhan daerah-daerah serta perusahaan yang terdampak wabah COVID-19 sebab ternyata sekarang sektor transportasi dan perhotelan juga tertekan.
“Kemarin kita luncurkan paket itu untuk 19 industri manufaktur. Sekarang sektor transportasi dan perhotelan mengalami hal yang sama jadi mereka menginginkan dimasukkan ke dalam paket,” katanya.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani memastikan akan terjadi perubahan besar dalam postur APBN 2020 selain karena defisit anggaran melebar juga adanya realokasi berbagai anggaran untuk penanggulangan COVID-19.
Meski demikian, landasan hukum adanya APBN-P yang kemungkinan mencakup adanya pelebaran defisit anggaran akan dibahas lebih lanjut dengan Presiden Joko Widodo.
“Kalau kita bicara kegentingan yang memaksa dan bagaimana responnya tidak dilakukan oleh satu menteri. Itu dilakukan oleh Presiden bersama seluruh kabinet dengan melihat semua aspeknya,” katanya. (Ant/E-1)
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
EKONOM PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang memberikan catatan terkait kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) per Februari 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi masih mencukupi.
Ia menyebutkan, hal itu pasti akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Jika harga minyak menembus angka 120 dolar AS per barel, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan bisa melebar hingga 3,6%.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved