Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Keuangan telah menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler tahap I gelombang I sebesar Rp9.803.214.420.000 untuk 136.579 sekolah. Percepatan itu merupakan tindak lanjut dari komitmen Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri.
Penyaluran dana BOS ke sekolah-sekolah pada Februari 2020 tersebut terbilang lebih cepat dibanding dengan tahun sebelumnya. Di 2018 penyaluran Dana BOS tahap I baru masuk ke rekening sekolah pada Maret dan April.
"Salah satu perubahan mekanisme yang memudahkan percepatan atas penyaluran dana BOS ini adalah perubahan mekanisme penyaluran, yaitu Dana BOS disalurkan secara langsung dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Sekolah," terang Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti melalui keterangan resmi, Senin (17/2).
Perubahan mekanisme penyaluran dana BOS tersebut, lanjutnya, tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan 9/PMK.07/2020 tentang Perubahan Atas PMK 48/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik.
Perubahan PMK itu dinilai memberikan keleluasaan fiskal bagi sekolah untuk mendukung konsep Merdeka Belajar gagasan Mendikbud. Selain itu penyaluran dana BOS diklaim akan lebih akurat lantaran rekomendasi penyaluran berasal hasil input sekolah penerima dana BOS.
Proses penyaluran dana BOS yang lebih cepat juga diharapkan dapat memenuhi kegiatan operasional mengajar dan laporan penggunaannya dapat dilakukan lebih cepat pula.
"Sekolah dapat lebih cepat dalam menyampaikan laporan tanpa menunggu sekolah lain meskipun dalam wilayah yang sama. Penyaluran langsung ke rekening sekolah tetap ditatausahakan dalam APBD Provinsi/Kabupaten/Kota sehingga sisi akuntabilitas tetap terjaga," terang Nufransa.
Adapun alokasi dana BOS tahap I tersebut sebesar 30% untuk masing-masing sekolah yang telah mendapatkan rekomendasi dari Mendikbud. Di tahap II akan disalurkan dana BOS sebesar 40% dari pagu anggaran dan tahap III sebesar 30%.
"Dengan perbaikan skema penyaluran tersebut, sebesar 70% Dana BOS nantinya dapat langsung diterima sekolah pada semester I," tutup Nufransa. (Mir/E-1)
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
(KPK) menduga uang kasus suap pajak turut mengalir ke oknum di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Anggota DPR RI menyebut kasus suap korupsi yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak harus menjadi momentum bagi Kementerian Keuangan melakukan bersih-bersih.
KPK melakukan penelusuran penerimaan uang suap ke pejabat di Ditjen Pajak.
Budi enggan memerinci sosok yang tengah dibidik oleh penyidik. KPK sedang mencari keterlibatan pihak lain yang diduga memiliki peran dalam pengurangan pajak ini.
Rudianto menilai tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) sangat krusial di tengah upaya Presiden Prabowo Subianto meningkatkan penerimaan negara.
Saksi Sutanto ungkap peran dominan Jurist Tan dalam sidang korupsi pengadaan laptop Kemendikbudristek yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Dalam persidangan, terlihat juga istri Nadiem, Franka Franklin, serta ibunda Nadiem, Atika Algadrie, yang sudah hadir dan menyambut Nadiem sejak masuk ke ruang sidang.
KEMAMPUAN membaca bukan bawaan lahir. Otak manusia tidak dirancang untuk itu. Itu ialah penemuan budaya yang baru
Penulisan sejarah pun perlu melakukan analisis dan ditulis dengan kritis dan pemikiran yang terbuka.
Suap dan gratifikasi di sektor pendidikan biasanya terjadi karena adanya orang tua murid memaksakan anaknya masuk sekolah tertentu.
Harli menegaskan Kejagung belum menentukan tersangka dalam kasus ini. Perkaranya masih menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) umum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved