Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan akan melakukan restrukturisasi utang PT Krakatau Steel (KS). Pasalnya, perusahaan baja plat merah tersebut mempunyai utang mencapai Rp40 triliun.
"Hari ini kita announce restructuring Krakatau Steel. Krakatau Steel sudah Rp 40 triliun restructuring debt bayangin ini terbesar dalam sejarah Indonesia," ungkapnya dalam acara kuliah umum di Grand Studio Metro TV, Jakarta (28/1).
Dijelaskannya, restrukturisasi KS merupakan upaya Kementerian BUMN untuk menyelamatkan perusahaan. Untuk itu, harus dilakukan dengan baik sehingga tidak menimbulkan masalah di masa mendatang.
"Ini kita lakukan untuk memperbaiki perusahaan, sehingga ke depan masalah kemudian tidak menjadi lebih parah. Harus dilakukan dengan niat baik," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga akan merampingkan anak usaha perseroan yang dinilai cukup banyak dan membebankan induk perusahaan. Anak usaha tersebut nantinya akan dimerger atau dilikuidasi.
Dia menambahkan, Kementerian BUMN juga akan memperbaiki operasional perusahaan sehingga bisa memperkuat ke core bisnisnya.
"Habis restrukturisasi nanti ada lagi isu yakni terkait operasional ada itu lagi, karena itu apapun yang dikerjakan mesti berkisinambungan," kata dia.(OL-4)
Sebagai bagian visi Indonesia Incorporated, Krakatau Steel mendapatkan dukungan modal kerja US$295 juta dari Danantara dengan mekanisme sangat ketat.
Dukungan konkret negara melalui proteksi perdagangan, penguatan tata niaga, serta keberpihakan pada produksi dalam negeri akan menjadi fondasi Krakatau Steel untuk bangkit lebih kuat.
Industri baja nasional tengah menghadapi tekanan global dan tantangan struktural, termasuk masuknya produk baja impor berharga rendah yang menekan daya saing.
KRAS kini bergerak agresif sebagai tulang punggung yang mendukung sektor infrastruktur, manufaktur, serta pertumbuhan ekonomi nasional secara luas.
Kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Transformasi dan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan Danantara selaku pemegang saham seri B.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved