Selasa 14 Januari 2020, 09:20 WIB

Kementerian BUMN Minta Pengembalian Piutang ASABRI

Faustinus Nua | Ekonomi
Kementerian BUMN Minta Pengembalian Piutang ASABRI

MI/MOHAMAD IRFAN
Staf ahli Kementerian BUMN Arya Sinulingga.

 

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama kementerian teknis sedang mencari solusi pembenahan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (persero) atau ASABRI.

Salah satu upaya tersebut yaitu pengembalian semua dana investasi ASABRI yang dipinjam sejumlah pihak.

Berdasarkan laporan yang diterima, staf ahli Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengungkapkan bahwa pihaknya memperoleh nama Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro dan pemilik Trada Alam Mineral (TRAM) Heru Hidayat yang mempunyai utang investasi.

"Kami mengharapkan kedua orang ini dapat memenuhi pertanggungjawaban utang mereka. Ini supaya dapat membantu ASABRI dalam pembenahan," kata Arya di kompleks Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.

Meski belum mengetahui secara pasti jumlah utang kedua pengusaha itu, dia meyakinkan bahwa secara nominal cukup besar. Dengan pelunasan utang, akan ada dana yang masuk ke ASABRI untuk membantu kinerja keuangan perusahaan.

Sebelumnya, kedua nama pengusaha tersebut juga diduga terlibat dalam kasus gagal bayar polis asuransi Jiwasraya. Selain itu, Benny Tjokro bersama perusahaannya Hanson juga pernah diberi sanksi oleh OJK atas kesalahan perusahaan yang mengumpulkan dana masyarakat.

Dalam kasus ASABRI yang diduga mengalami kerugian mencapai Rp10 triliun, Arya mengakui terdapat persamaan kasus tersebut dengan Jiwasraya.

Kedua perusahaan asuransi tersebut melakukan kesalahan investasi pada sejumlah saham gorengan. Akan tetapi, investasi ASABRI tidak semasif Jiwasraya, sehingga operasional perusahaan masih berjalan normal.

"Dari laporan yang kami terima ada juga investasi di saham yang tidak bagus. Ini memang perlu dibenahi. Agak berbeda dengan Jiwasraya, kalau ada klaim dari yang pensiun, tetap bisa dibayarkan (ASABRI)," imbuhnya.

Di sisi lain, Kepolisian Republik Indonesia belum mengambil tindakan terkait dugaan korupsi yang terjadi pada ASABRI. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menerangkan pihaknya tidak dapat mengusut kasus tersebut sebelum adanya laporan.

"Sampai saat ini pihak kepolisian masih menunggu laporan-laporan dari pihak yang berkepentingan," kata Asep di Mabes Polri, kemarin. (Van/Tri/S-3)

Baca Juga

Antara

PLN Hadirkan Listrik Premium di Kawasan El Tari Ende NTT di Hari Kemerdekaan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 22:32 WIB
Saat ini total daya mampu di sistem Flores mencapai 93,3 Megawatt (MW), dengan beban puncak tertinggi mencapai 77,25...
Dok MI

Transformasi Bisnis Perkuat PLN Hadapi Tantangan Global

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 22:01 WIB
Erick mengatakan PLN mampu mengurangi utang, bahkan saat...
Dok. Sampoerna

Jatuh Bangun Kelola Toko Kelontong, Ini Kiat Sukses Neneng Bersama SRC Kurnia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 21:59 WIB
“Buka toko itu tidak semudah ya."ng dibayangkan. Mungkin awalnya kita mikir, tinggal belanja, kemudian dijual. Ternyata tidak,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya