Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya masih memiliki waktu hingga tiga bulan ke depan terkait permintaan Presiden Joko Widodo untuk menekan harga gas yang dinilai terlampau mahal.
"Tiga bulan nanti kita evaluasi," kata Airlangga di kantornya, Rabu (8/1).
Sebelumnya Presiden geram lantaran gas yang merupakan modal pembangunan industri nasional justru harganya terlampau mahal dan membuat industri dalam negeri tidak mampu bersaing.
Jokowi meminta agar jajajrannya mampu melakukan penghitungan dengan cepat dan tepat untuk menekan harga gas. Pasalnya, mantan Gubernur DKI Jakata itu tak menginginkan mahalnya harga gas menjadi tameng bagi mafia.
Baca juga : PGN Tingkatkan Pengembangan Infrastruktur Gas dan DMO
Meski upaya menekan harga gas dapat mengurangi penerimaan negara, Airlangga mengungkapkan hal itu tidak terlalu signifikan pengaruhnya.
"Kalau penerimaan negara tidak terlalu berkurang banyak, yang penting kan multiplier effectnya," pungkas Airlangga.
Diketahui pemerintah memiliki tiga opsi untuk menekan harga gas, pertama yakni penurunan atau penghapusan porsi pemerintah dari bagi hasil kegiatan kontrak kerja sama senilai 2,2 dollar AS per MMBTU.
Kedua, kewajiban badan usaha pemegang kontrak kerja sama untuk menyerahkan sebagian gas kepada negara (Domestic Market Obligation/DMO) diberlakukan dan diberikan kepada industri. Ketiga, yaitu keleluasaan impor untuk gas industri. (OL-7)
PT Pertamina Gas (Pertagas) mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025.
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Salah satu pendorong utama optimisme SAKA adalah keberhasilan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Wilayah Kerja (WK) Pangkah.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengandalkan skema konsorsium asuransi untuk melindungi aset-aset migas nasional yang bernilai besar.
Kementerian ESDM tawarkan 10 area potensi blok migas baru hasil studi Badan Geologi & LEMIGAS. Simak daftar wilayah, skema bagi hasil 50%, dan jadwal lelangnya.
Kebijakan pelaksanaan proyek offshore saat ini belum sepenuhnya mendorong penguatan industri nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved