Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya masih memiliki waktu hingga tiga bulan ke depan terkait permintaan Presiden Joko Widodo untuk menekan harga gas yang dinilai terlampau mahal.
"Tiga bulan nanti kita evaluasi," kata Airlangga di kantornya, Rabu (8/1).
Sebelumnya Presiden geram lantaran gas yang merupakan modal pembangunan industri nasional justru harganya terlampau mahal dan membuat industri dalam negeri tidak mampu bersaing.
Jokowi meminta agar jajajrannya mampu melakukan penghitungan dengan cepat dan tepat untuk menekan harga gas. Pasalnya, mantan Gubernur DKI Jakata itu tak menginginkan mahalnya harga gas menjadi tameng bagi mafia.
Baca juga : PGN Tingkatkan Pengembangan Infrastruktur Gas dan DMO
Meski upaya menekan harga gas dapat mengurangi penerimaan negara, Airlangga mengungkapkan hal itu tidak terlalu signifikan pengaruhnya.
"Kalau penerimaan negara tidak terlalu berkurang banyak, yang penting kan multiplier effectnya," pungkas Airlangga.
Diketahui pemerintah memiliki tiga opsi untuk menekan harga gas, pertama yakni penurunan atau penghapusan porsi pemerintah dari bagi hasil kegiatan kontrak kerja sama senilai 2,2 dollar AS per MMBTU.
Kedua, kewajiban badan usaha pemegang kontrak kerja sama untuk menyerahkan sebagian gas kepada negara (Domestic Market Obligation/DMO) diberlakukan dan diberikan kepada industri. Ketiga, yaitu keleluasaan impor untuk gas industri. (OL-7)
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved