Selasa 07 Januari 2020, 22:25 WIB

PGN Tingkatkan Pengembangan Infrastruktur Gas dan DMO

MI | Ekonomi
PGN Tingkatkan Pengembangan Infrastruktur Gas dan DMO

ANTARA
PGN Tingkatkan Pengembangan Infrastruktur Gas dan DMO

 

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk berkomitmen meningkatkan efektifitas dan efisiensi pada seluruh kegiatan operasi. Selain  kewajiban pasar dalam negeri (domestic market obligation/DMO) gas untuk menjawab solusi pasokan gas yang berkelanjutan, PGN juga akan mengelola bisnis gas bumi secara terintegrasi pada jaringan gas konvensional termasuk nonpipa CNG dan LNG.

“Dari hasil diskusi dengan pemerintah, PGN akan mengembangkan bisnis-bisnis baru. DMO Gas menjadi salah satu solusi untuk menjaga pertumbuhan industri nasional. Tentunya dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder secara jangka panjang yaitu pemerintah dan investasi hulu yang menarik,” ungkap Direktur Utama PGN Gigih Prakoso dalam keterangan resmi  Selasa (7/1).

Dia mengatakan pada 2020, PGN telah bersiap untuk mengembangkan infrastruktur gas secara masif baik pada 2020 maupun dalam jangka pendek menengah.

Pertama, PGN berupaya untuk meningkatkan perluasan pembangunan jaringan transmisi Gresik-Semarang dengan panjang 272 km. Sedangkan untuk pembangunan jaringan distribusi gas bumi, ditargetkan lebih dari 180 km, dengan rincian di Jawa ±60 km dan di Sumatera ±120 km.

Target tersebut akan semakin mendekatkan visi menyatukan infrastruktur pipa trans-Sumatera dan Jawa.

“Jawa Timur menjadi salah satu concern PGN. Agar bisa memberikan dampak yang makin masif, pemanfaatan gas melalui layanan yang terintegrasi, PGN akan mengembangkan terminal LNG Teluk Lamong dengan kapasitas 40 BBTUD. Termasuk bisnis LNG filling di Teluk Lamong dengan kapasitas 10 BBUTD untuk wilayah baru yang belum terjangkau infrastruktur pipa di sejumlah kota di Jawa Timur bagian selatan, barat, dan timur,” ungkap Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama.

Selain itu, PGN juga akan melaksanakan pembangunan Jargas Rumah Tangga secara masif, dengan dana APBN sebanyak 266.070 sambungan di 49 Kabupaten/ Kota.

Pembangunan ini ditargetkan dapat memberikan efisiensi untuk pelanggan rumah tangga, mengurangi beban subsidi, dan mengurangi impor LPG sekitar 0,24 juta ton. (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More