Kamis 19 Desember 2019, 07:20 WIB

Negara Dirugikan Rp647,5 Miliar

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Negara Dirugikan Rp647,5 Miliar

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Menkeu Sri Mulyani bersama Kapolri Jenderal Idham Azis melihat mobil mewah Porche GT3RS selundupan di Terminal Peti Kemas Koja, Jakut.

 

SELAMA tahun ini, negara kehilangan  potensi pajak dan bea masuk sebesar Rp647,5 miliar akibat penyelundupan 84 mobil mewah dan 2.693 motor mewah. Angka itu merupakan akumulasi dari perpajakan dan kepabeanan yang seharusnya dibayarkan pemilik barang.

Potensi penerimaan itu ialah bea masuk di kisaran 40%-50% dari nilai barang, pajak penjualan atas barang mewah sebesar 125%, pajak penghasilan 2,5%-7,5%, dan pajak pertambahan nilai 10%.

Taksiran nilai ke-84 mobil mewah selundupan itu mencapai Rp312,92 miliar, sedangkan 2.693 motor mewah selundupan sebesar Rp10,83 miliar.

Menurut Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea dan Cukai, Deni Surjantoro, pihaknya terus mendalami penyelundupan 19 mobil dan 35 motor mewah di Pelabuhan Tanjung Priok yang dipublikasikan Selasa (17/12).

"Setelah proses penelitian, tahap berikutnya masuk penyidikan dan penuntutan. Kendaraan yang diselundupkan PT SLK dan PT TJI dikuasai negara. Nanti pengadilan memutuskan dengan beberapa skema: dihibahkan, dilelang, dan dimusnahkan," kata Deni kepada Media Indonesia, kemarin.

PT SLK menyelundupkan Porsche GT3RS dan Alfa Romeo yang didatangkan dari Singapura. Nilai kedua mobil mewah itu diperkirakan Rp2,9 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp6,8 miliar. Tim Bea dan Cukai (BC) masih menginvestigasi kedua mobil selundupan tersebut.

Sementara itu, PT TJI menyelundupkan Mercedes-Benz, BMW tipe CI330 model GH-AU30, BMW tipe CI330 Series E46, Jeep TJ MPV, Toyota Supra, Jimny, 8 rangka motor, 8 mesin motor, dan motor Honda Motocompo dari Jepang.

Sumber: Ditjen Bea Cukai

 

Dalam manifes tertanggal 29 Juli 2019, PT TJI melaporkan barang yang diimpor ialah front bumper assy, rear bumber, door assy, dashboard assy, dan engine hood. Potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp1,7 miliar.

"Berkas perkara kasus ini (PT TJI) telah lengkap dan seorang berinisial SS ditetapkan sebagai tersangka," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (17/12).

Lebih lanjut Deni mengungkapkan Bea dan Cukai segera membentuk tim khusus bersama Kementerian Perhubungan, Kepolisian RI, dan Kejaksaan Agung untuk mengantisipasi penyelundupan mobil dan motor mewah di kemudian hari.

"Sesuai arahan pimpinan akan dibentuk tim khusus. Instansi yang bersinergi, yaitu BC, perhubungan, kepolisian, dan kejaksaan agar bisa menangani perkara seperti ini lebih efektif," ungkap Deni. (Mir/X-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

IHSG Awali Perdagangan Pekan Ini di Zona Hijau

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 08 Maret 2021, 09:41 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengawali perdagangan pekan ini, Senin (8/3) dengan menapaki zona...
Ist

Ini Serangkaian Kinerja Luar Biasa dar Bea Cukai Jayapura 

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 09:13 WIB
Area pengawasan yang luas dan beragam menjadikan Bea Cukai Jayapura terus berinovasi dalam melakukan pengawasan dan memberikan...
Ist/BRI

BRI Ajak Praktisi Berbagi Tips Sukses Wirausaha Jamu

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 08:06 WIB
Kali ini BRI berkolaborasi dengan BRI Research Institute mengadakan pelatihan online bertema “Tanam Rerambat: Tanaman Rempah Ramuan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya